Akses Diblokir

Pendidikan

Pameran Karya Mahasiswa Meriahkan Jalan Sehat Dies Natalis ke-47 Fakultas Teknik

Foto: DOK HUMAS UNILA

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) menggelar jalan sehat dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-47 pada Sabtu, 17 Juli 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi sivitas akademika dan alumni, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya, inovasi, serta hasil pembelajaran dari berbagai program studi.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Ir. Marindo Kurniawan, S.T., M.M.; Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung Ir. M. Taufiqullah, S.T., M.T.; Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Hermawan, S.T., M.T.; para dekan, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Kepala Biro Keuangan dan Umum (BKKU), dekan senior, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta mahasiswa Fakultas Teknik Unila.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pameran karya mahasiswa dari sejumlah program studi. Pameran ini menampilkan beragam hasil kreativitas dan inovasi, mulai dari rancangan arsitektur, prototipe kapal kendali jarak jauh, sampel batuan dan sampel pembelajaran struktur bawah permukaan bumi, hingga model jembatan hasil karya mahasiswa yang telah mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Dari Jurusan Arsitektur, mahasiswa menampilkan maket, poster, dan karya nirmana yang merepresentasikan proses pembelajaran desain serta eksplorasi kreativitas. Maket yang dipamerkan merupakan hasil karya mahasiswa semester awal hingga mahasiswa tingkat akhir, sehingga memperlihatkan perkembangan kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep ruang, bentuk, dan perancangan bangunan.

Sejumlah karya yang ditampilkan antara lain maket rumah tradisional Lampung, seperti rumah Nuo dan Lamban Pesagi. Selain itu, terdapat poster dan nirmana yang berkaitan dengan mata kuliah Sejarah Arsitektur dan Estetika Bentuk, termasuk karya nirmana yang dilukis di atas kanvas.

Mahasiswa juga memperkenalkan kursi dengan nilai estetika yang dirancang sebagai bagian dari eksplorasi desain arsitektur. Pameran tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur tidak hanya berorientasi pada fungsi bangunan, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, estetika, dan kreativitas dalam menghasilkan karya desain.

Sementara itu, mahasiswa Teknik Elektro melalui Tim Akasha Universitas Lampung memperkenalkan dua prototipe kapal yang sebelumnya telah ditampilkan dalam Kontes Kapal Indonesia di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau.

Prototipe pertama adalah Full Engineering Remote Control (ERC), yakni kapal kendali jarak jauh yang menggunakan mesin pembakaran dalam tipe 2- tak dengan bensin sebagai bahan bakar. Prototipe kedua merupakan kapal Electric Remote Control (E-RC), yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak dengan baterai sebagai sumber energi.

Kedua prototipe tersebut memperlihatkan penerapan pengetahuan teknik dalam perancangan dan pengembangan teknologi perkapalan. Perbedaan sistem penggerak pada kedua kapal juga menunjukkan alternatif pemanfaatan energi dalam pengembangan kendaraan air berbasis kendali jarak jauh.

Dari bidang Geofisika dan Geologi, mahasiswa menghadirkan koleksi sampel batuan dan material geologi untuk memperkenalkan karakteristik serta proses pembentukan material penyusun bumi. Sampel yang dipamerkan meliputi batu bara, batuan pirit yang dikenal sebagai mineral yang dapat berkaitan dengan lingkungan pembentukan emas, batuan beku yang terbentuk dari pembekuan lava, serta mineral kuarsa.

Pameran tersebut juga dilengkapi sampel batuan dari PT Freeport Indonesia dan media pembelajaran mengenai struktur lapisan bawah bumi. Melalui peragaan ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat keragaman material geologi sekaligus memahami penerapan ilmu kebumian dalam kegiatan eksplorasi dan kajian sumber daya alam.

Adapun mahasiswa Teknik Sipil memperkenalkan Jembatan Garuda Cita, karya Sandya Team Universitas Lampung yang telah diikutsertakan dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Jembatan tersebut termasuk kategori jembatan pelengkung atau suspension arch bridge, yang mengombinasikan struktur pelengkung dengan kabel sebagai elemen pengikat. Perpaduan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan struktur dalam menahan gaya tekan serta mendistribusikan beban.

Berdasarkan data pengujian yang disampaikan tim, jembatan ini mampu menahan beban hingga 200 kilogram dengan lendutan sekitar 7–8 milimeter. Model jembatan memiliki panjang 3.000 milimeter dan lebar 580 milimeter.

Kehadiran Jembatan Garuda Cita dalam pameran menjadi salah satu contoh penerapan teori teknik sipil ke dalam rancangan rekayasa yang dapat diuji secara terukur. Karya ini sekaligus memperlihatkan proses mahasiswa dalam mengembangkan desain, mempertimbangkan kekuatan struktur, serta mengevaluasi kinerja jembatan berdasarkan parameter pengujian.

Melalui rangkaian jalan sehat dan pameran karya mahasiswa, Dies Natalis ke-47 FT menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menunjukkan kontribusi pendidikan tinggi teknik dalam melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.

Beragam karya yang ditampilkan mencerminkan bahwa proses pendidikan di Fakultas Teknik tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kuliah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk, mengembangkan keterampilan, dan menguji gagasan melalui kegiatan penelitian, perancangan, serta kompetisi.

Peringatan Dies Natalis ke-47 ini pun menjadi kesempatan bagi FT untuk memperkenalkan potensi mahasiswa kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dan dunia profesional dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (***)

Comments