Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah di Ajang Nasional
OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) – Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengajak generasi muda memanfaatkan ajang nasional untuk mengenalkan budaya Lampung, mulai dari batik dan wastra hingga cerita rakyat dan potensi pariwisata. Pesan itu disampaikannya saat bertemu delegasi Putri Anak dan Remaja Lampung serta Putri Kebudayaan Lampung 2 2026, Nadina Aureli Iskandar, di Kantor TP PKK Provinsi Lampung, Senin (19/10/2026).
Kepada para delegasi Putri Anak dan Remaja Lampung, Batin Wulan berpesan agar mereka tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga memahami budaya yang dibawa dan mampu memperkenalkannya kepada orang lain. Menurutnya, kesempatan tampil di tingkat nasional bisa menjadi jalan bagi generasi muda untuk membuat budaya Lampung semakin dikenal.
“Inilah ajang kalian untuk mempromosikan secara langsung kekayaan budaya kita. Dari sekarang kalian bisa mencicil promosi budaya, pariwisata, dan kuliner. Justru nanti dengan tangan kalian, Lampung bisa lebih dikenal lagi di mancanegara,” ujarnya.
Para peserta akan mengikuti sejumlah kategori, yakni Putri Remaja Indonesia, Putri Anak Indonesia, Putri Batik Cilik Indonesia, Putri Batik Remaja Indonesia, dan Indonesia Girl Junior. Mereka juga memperkenalkan program advokasi masing-masing yang mengangkat isu pelestarian budaya dan batik Lampung, pemenuhan hak anak, penguatan literasi, pengembangan karakter remaja, serta kampanye antiperundungan.
Batin Wulan mengingatkan agar kesibukan mengikuti kompetisi tidak membuat para peserta melupakan pendidikan. Ia berharap mereka tetap mengutamakan sekolah, terus belajar, dan mengembangkan wawasan sebagai bekal untuk masa depan.
“Sepanjang kegiatan ajang ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar silakan, karena anak-anak tetap yang utamanya adalah menuntut ilmu, sekolah yang baik dan benar. Raihlah pendidikan setinggi-tingginya. Kalau kalian ada kemauan, di situ akan ada jalan pasti. Karena dengan pendidikan, kalian akan terbentuk mindset yang luas,” pesannya.
Ia juga mengajak para delegasi menjadi contoh yang baik bagi teman sebaya. Bagi Batin Wulan, menjadi agen perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa melalui kepedulian terhadap teman, keberanian mencegah perundungan, serta kemauan membantu anak-anak lain mengembangkan potensi mereka.
Semangat mengenalkan budaya sekaligus memberi manfaat bagi orang lain juga terlihat dari program yang dibawa Nadina Aurelia Iskandar, atau Aurel. Putri Kebudayaan Lampung 2 2026 itu datang untuk meminta doa dan dukungan sebelum mengikuti Grand Final Putri Kebudayaan Indonesia 2026 di Yogyakarta pada 5–7 November mendatang.
Mahasiswi Universitas Lampung tersebut memperkenalkan Akar Raya, singkatan dari Aksi Kemanusiaan dan Raga Budaya Nusantara. Melalui dua programnya, Culture with Heart dan Satu Cita 1000 Asa, Aurel ingin membawa pengenalan budaya Lampung ke panti asuhan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan rasa cinta budaya.
Dalam program Culture with Heart, ia mengenalkan kain Tapis dan Siger secara langsung kepada anak-anak di panti asuhan. Sementara melalui Satu Cita 1000 Asa, anak-anak diajak mencoba kegiatan kreatif seperti membatik dan mengenal ragam seni budaya. Aurel berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan mengenali potensi diri.
Batin Wulan menyambut baik gagasan Aurel dan membuka peluang kerja sama untuk memperluas kegiatan edukasi budaya, termasuk bagi anak-anak di SLB. Menurutnya, kegiatan seperti membatik, menggambar, dan keterampilan praktis lainnya dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Ia juga berpesan agar Aurel terus belajar, mempersiapkan mental, dan tampil percaya diri dengan membawa identitas Lampung. Budaya, wastra, dan pariwisata, menurutnya, merupakan kekayaan yang saling melengkapi dan dapat diperkenalkan melalui berbagai cara.
“Kita bangga memperkenalkan kebudayaan kita, dari kebudayaan, wastra, hingga pariwisata menjadi satu kesatuan. Jangan pernah puas dan jangan berhenti belajar,” ujarnya.
Aurel didorong memperkenalkan desa wisata budaya sebagai bagian dari promosi potensi daerah. Ia menilai penampilan Aurel akan lebih kuat jika unsur budaya Lampung ditampilkan secara utuh, mulai dari batik dan Tapis, busana adat, hingga cerita rakyat.
Melalui pertemuan dengan para delegasi tersebut, Batin Wulan berharap generasi muda Lampung dapat memanfaatkan kesempatan berkompetisi untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus membawa pesan positif bagi masyarakat. Prestasi, kecintaan terhadap budaya, pendidikan, dan kepedulian sosial diharapkan tumbuh bersama, sehingga kontribusi mereka tidak berhenti ketika ajang nasional berakhir. (*)

Comments