Akses Diblokir

Pendidikan

UIN Raden Intan Lampung dan BRIN Jajaki Peluang Riset Bersama

Foto: DOK HUMAS UIN RIL

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ( RIL) menjajaki peluang riset bersama Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peluang kerja sama ini dibahas dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat Wakil Rektor III UIN RIL, Senin (19/10/2026).

Wakil Rektor III UIN RIL, Bambang Budiwiranto, PhD, menerima rombongan BRIN bersama sejumlah unsur pimpinan universitas dan fakultas. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan potensi kolaborasi penelitian yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan daerah dan kompetensi masing-masing lembaga.

Dari UIN RIL, hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, MH; Ketua LP2M Dr. H. Ali Abdul Wakhid; Kepala UPT Pusat Pengembangan Bisnis Dr. Evi Ekawati; Kepala Pusat Moderasi Beragama Dr. Abd Qohar; Kepala Pusat Penelitian Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Si.; serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama Novrizal Fahmi.

Sementara itu, rombongan BRIN dipimpin Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Prof. Umi Mu’awanah, MT, MSc, MS, PhD, didampingi peneliti PREPS di Lampung, yakni Prof. Robet Asnawi, Slameto, Ratna Wylis A, dan Zahara.

Perwakilan peneliti BRIN Lampung, Robet Asnawi, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun komunikasi sekaligus membicarakan berbagai peluang yang dapat dikerjasamakan, terutama dalam bidang riset ekonomi sirkuler.

Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Prof. Umi Mu’awanah, menjelaskan bahwa cakupan penelitian yang dapat dikolaborasikan tidak terbatas pada ekonomi perilaku dan sirkuler. Penelitian juga dapat dikembangkan ke bidang ekonomi finansial, ekonomi makro dan mikro, serta bidang lain sesuai kompetensi dan kebutuhan.

“Ekonomi perilaku dan sirkuler ini bisa menjadi salah satu pintu masuk. Mediumnya juga bisa ekonomi finansial, makro, mikro, dan lainnya. Di BRIN ada lebih dari 80 pusat riset yang bisa menjadi ruang untuk mengembangkan kerja sama,” jelasnya.

BRIN juga memiliki sejumlah skema pendanaan riset, di antaranya RIIM, RPIS, PRIMA, PRIMA Daerah, PKR, dan program startup.

Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui pengajuan ide penelitian yang konkret dan mampu menjawab persoalan nyata di daerah, baik pada tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan riset.

Wakil Rektor III UIN RIL, Bambang Budiwiranto, menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama ini kolaborasi riset antara BRIN dan UIN RIL belum terbangun secara eksplisit, sehingga audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka ruang kerja sama yang lebih terarah.

Sebagai langkah awal, ia mengusulkan FEBI menjadi pilot project pengembangan riset bersama. Selanjutnya, kerja sama dapat diperluas melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), sehingga peluang penelitian dapat diakses lebih luas oleh sivitas akademika UIN RIL.

Dekan FEBI, Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, MH, menyampaikan bahwa selama ini kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UIN RIL banyak didukung melalui skema Litapdimas dan Mora BIB.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Pengembangan Bisnis, Dr. Evi Ekawati, berharap kolaborasi riset yang dikembangkan nantinya dapat mendukung program kampus berdampak, sehingga hasil penelitian tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata.

Kepala Pusat Penelitian UIN RIL, Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Si., juga menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. 

Ia mengapresiasi terbukanya peluang riset bersama BRIN. Menurutnya, UIN RIL memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam berbagai program penelitian. Karena itu, peluang kolaborasi yang tersedia perlu dimanfaatkan dengan strategi dan persiapan yang tepat agar kompetensi para peneliti dapat terakomodasi.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama penelitian yang memberikan ruang lebih luas bagi para peneliti UIN RIL untuk mengembangkan kompetensi dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.(***)

Comments