Langkah Strategis PKS Lampung di 2026: Almuzzammil Yusuf Tekankan Pentingnya Kolektifitas Intelektual
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung mengambil langkah strategis dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) wilayah yang melibatkan seluruh Badan Pengurus Harian (BPH) DPD PKS dari 15 kabupaten/kota se-Lampung pada Jumat (16/1/2026).
Momentum ini menjadi krusial karena dihadiri langsung oleh Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, dan dipimpin oleh Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu.
BACA JUGA: Dinilai Rendahkan Martabat Dewan, Heti Friskatati Kena Sanksi Etik BK DPRD Bandar Lampung
Sinkronisasi Program: Satu Visi untuk Lampung
Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan bahwa Rakor ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah forum krusial untuk menyelaraskan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang telah dilaksanakan sebelumnya agar seluruh tingkatan struktur bergerak searah.
“Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan seluruh program kerja DPW dan DPD agar dapat terlaksana dengan baik, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung,” ujar Ade Utami Ibnu di hadapan seluruh kader.
BACA JUGA: Pasca Diperiksa BK, Heti Friskatati ‘Dicopot’ dari Jabatan Ketua KPPG Golkar Bandar Lampung
Instruksi Presiden PKS: Kedepankan Kolektifitas Intelektual
Dalam arahannya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf memberikan sorotan khusus pada cara partai mengambil keputusan. Ia menekankan bahwa kekuatan PKS terletak pada proses syuro (musyawarah) yang sehat dan cerdas.
“PKS harus terus menjaga dan menguatkan kolektifitas intelektual dalam syuro. Setiap persoalan dan isu harus disikapi secara bersama, dengan pemikiran yang matang, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan,” tegas Almuzzammil.
Menurutnya, pendekatan intelektual kolektif ini akan memastikan setiap kebijakan partai tidak diambil secara emosional, melainkan berdasarkan data dan kebutuhan riil rakyat.
BACA JUGA: PKS Lampung Kirim Relawan ke Daerah Bencana Sumatra, Tegaskan Komitmen Pelayanan Tanpa Henti
Target Program: Aplikatif dan Solutif
Lebih lanjut, Almuzzammil mengingatkan agar seluruh kader tidak terjebak pada formalitas administratif. Ia menuntut adanya aksi nyata di lapangan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.
“Program kerja PKS tidak boleh berhenti pada konsep. Harus bisa diaplikasikan di lapangan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
?Melalui Rakor ini, PKS Lampung menargetkan penguatan soliditas struktur yang lebih kokoh. Dengan kesamaan visi antara wilayah dan daerah, PKS optimistis kualitas kerja politik mereka di tahun 2026 akan semakin berorientasi pada pelayanan masyarakat yang lebih luas. (***)


Comments