Hanan A. Rozak di Musda VI Way Kanan: "Golkar Harus Jadi Mesin Pemenang yang Solid!"
OTENTIK ( Way Kanan ) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Way Kanan resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI di Gedung Serba Guna (GSG) Blambangan Umpu, Minggu (25/1/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting bagi partai berlambang pohon beringin tersebut untuk memperkuat barisan menyongsong agenda politik mendatang.
Aksi Lingkungan: Awali Musda dengan Gerakan Lampung Menanam
Sebelum memasuki agenda inti, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, M.S., bersama jajaran pengurus melakukan aksi nyata melalui Gerakan Lampung Menanam (GELAM). Didampingi Sekretaris Daerah Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP, M.Si, yang mewakili Bupati Ayu Asalasiyah, mereka menanam berbagai bibit pohon produktif seperti alpukat, durian, jambu, kelengkeng, belimbing, dan mangga di area GSG.
Usai aksi tanam pohon, Hanan A. Rozak disambut dengan prosesi adat dan tarian budaya Lampung yang meriah. Ia didampingi oleh tokoh-tokoh kunci Golkar Lampung, di antaranya Ketua Harian Riza Mirhardi, S.H., Sekretaris Aprozi Alam, S.E., dan Bendahara H. Tony Eka Candra.
Laporan Panitia: Ajang Silaturahmi dan Regenerasi 650 Kader
Ketua Panitia Pelaksana, Sayu Masih, melaporkan bahwa Musda VI ini dihadiri oleh sedikitnya 650 kader yang terdiri dari pengurus provinsi, kabupaten, organisasi sayap, hingga pimpinan tingkat desa dan RT.
"Musda bukan hanya agenda pergantian pengurus, tetapi menjadi ruang silaturahmi untuk menyampaikan ide dan gagasan periode 2026-2031, demi membangkitkan semangat juang kader di tengah masyarakat," tegas Sayu.
Capaian Positif: Golkar Raih 5 Kursi di Bawah Nahkoda Bambang Irawan
Dalam sambutannya, Ketua DPD Golkar Way Kanan periode 2020-2026, Bambang Irawan, S.E., memaparkan keberhasilan kepengurusannya. Ia menyoroti kenaikan signifikan kursi Golkar di DPRD Way Kanan.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras kolektif, kursi Golkar naik dari 3 kursi di periode 2019-2024 menjadi 5 kursi pada Pemilu 2024. Saya berharap pengurus mendatang bisa membawa Golkar meraih kursi pimpinan, baik di eksekutif maupun legislatif," ujar Bambang sembari menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat.
Apresiasi Pemkab: Golkar Sebagai Mitra Strategis Pembangunan
Pemkab Way Kanan memberikan apresiasi tinggi atas kondusifitas Musda ini. Sekda Machiavelli Herman Tarmizi menekankan bahwa Golkar adalah mitra penting pemerintah dalam mewujudkan visi Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.
"Partai Golkar adalah jembatan aspirasi masyarakat. Kami berharap Musda ini melahirkan pemimpin yang solid, inovatif, dan kolaboratif yang mampu bersinergi dengan program pemerintah daerah," ungkap Sekda.
Instruksi Hanan A. Rozak: Target 11 Kursi dan Penguatan Kader Perempuan
?Dalam arahan sekaligus membuka acara secara resmi, Hanan A. Rozak menegaskan bahwa Musda adalah ajang konsolidasi untuk menunjukkan jati diri partai sebagai "Partai Karya". Ia memberikan target besar bagi kepengurusan Way Kanan berikutnya.
"Jika sebelumnya kita naik dari 3 ke 5 kursi, maka ke depan sangat mungkin kita meraih 8 bahkan 11 kursi. Apalagi kader perempuan kita sangat solid dan komit. Saya instruksikan kepada fraksi Golkar untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah yang pro-rakyat," tegas Hanan.
Hanan juga mengingatkan bahwa ketua terpilih nantinya harus segera melakukan langkah berkelanjutan. "Jadikan kantor Golkar sebagai rumah aspirasi. Kader harus hadir dengan solusi nyata bagi UMKM, ekonomi rakyat, dan kepemudaan," tambahnya.
Tiga Strategi Utama: Struktur Rapi, Dekat Rakyat, dan Program Relevan
Sebagai penutup, anggota DPR RI ini menekankan tiga pilar utama yang harus dibangun melalui Musda VI:
Membentuk struktur partai yang rapi dan terorganisir hingga tingkat basis.
Meningkatkan aktivitas kader untuk turun langsung ke tengah masyarakat.
Melaksanakan program kerja yang relevan dengan kebutuhan lokal.
"Musda adalah ajang menguatkan, bukan mengalahkan. Siapapun yang terpilih harus kita hormati demi kejayaan Golkar," tutup Hanan sembari memukul gong sebagai tanda dibukanya Musda secara simbolis. (*)


Comments