Akses Diblokir

Olahraga

Resmikan Rumah Catur, Dedi Irwanto Siap Cetak Grandmaster Muda dari Kota Tapis Berseri

Foto: ISTIMEWA

Membangun Karakter Anak Melalui Papan Catur

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Era digitalisasi menjadi tantangan besar bagi generasi milenial dan Gen Z. Dedi Irwanto, Ketua Percasi Kota Bandar Lampung, melihat catur bukan sekadar permainan, melainkan solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

Melalui catur, anak-anak diajak mengasah kemampuan psikomotorik, kesabaran, hingga strategi positif yang membentuk karakter kuat.


Empat Pilar Pendidikan dalam Catur

Bagi Dedi, catur mencakup aspek moralitas, religius, dan psikologis. Ia menekankan bahwa olahraga otak ini mengandung empat nilai pengembangan utama: mental spiritual, seni budaya, ketahanan berpikir, dan prestasi olahraga. Hal inilah yang mendasari semangatnya membawa catur lebih dekat ke dunia pendidikan.

Gerak Cepat Kepengurusan Baru 2026-2031

Pasca terpilih pada Muskerkot 1 Februari 2026, Dedi Irwanto langsung tancap gas. Dalam waktu satu minggu, struktur kepengurusan Percasi Kota Bandar Lampung telah rampung dan diserahkan ke Pengprov. Langkah nyata pertamanya adalah menghadirkan kantor sekretariat yang sekaligus difungsikan sebagai Rumah Catur.

Rumah Catur: Kawah Candradimuka Atlet Lampung

Dijadwalkan pada Sabtu, 14 Februari 2026, Rumah Catur akan resmi dibuka. Tempat ini dirancang menjadi pusat pelatihan bagi pelajar SD hingga SMA, serta kategori junior dan senior. "Ini adalah sarana mengasah kemampuan dan berbagi pengalaman teknik bermain catur bagi semua level," ujar Dedi.

Misi Pecahkan Rekor MURI di Hari Pendidikan

Tidak berhenti pada peresmian markas, Percasi Bandar Lampung tengah bersiap mencetak sejarah. Pada Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, sebuah perhelatan akbar akan digelar untuk memecahkan rekor MURI (melampaui rekor Jawa Barat).

Target Masuk Kurikulum Sekolah

Selain menjaring bibit atlet, misi besar dari pemecahan rekor ini adalah memasyarakatkan catur secara masif. Dedi berharap, kedepannya catur dapat diakomodir menjadi bagian dari Kurikulum Muatan Lokal di sekolah-sekolah Bandar Lampung guna menciptakan generasi yang cerdas dan berstrategi. (***)

Comments