Pemkot
Volume Sampah Bandar Lampung Tembus 700 Ton/Hari, Proyek PSEL Jadi Tumpuan Solusi
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Persoalan sampah di Kota Bandar Lampung terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung mencapai 700 ton per hari, rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini menjadi harapan baru untuk pengelolaan sampah jangka panjang.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengungkapkan bahwa langkah nyata telah diambil melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada tahun 2025. Kerjasama ini melibatkan sejumlah kabupaten tetangga, Danantara, serta Kementerian Lingkungan Hidup.
“MoU sudah terlaksana tahun 2025 lalu. Selanjutnya, pada tahun 2026 ini, Danantara akan membuka tender dan memulai pembangunan. Targetnya, akhir 2027 atau awal 2028 PSEL sudah berdiri dan beroperasi,” ujar Budi usai menghadiri Hearing Evaluasi Anggaran 2025 bersama Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026).
Budi menjelaskan bahwa operasional PSEL nantinya akan mengubah total skema pembuangan sampah di kota ini. Seluruh sampah warga Bandar Lampung akan dialihkan ke fasilitas modern tersebut, sehingga TPA Bakung akan segera dipensiunkan.
“Nanti seluruh sampah di Bandar Lampung akan dikirim ke PSEL. TPA Bakung tidak akan dioperasikan lagi,” tegasnya.
Terkait lokasi, Budi menyebutkan bahwa fasilitas ini direncanakan berada di kawasan Kota Baru. Meski demikian, titik koordinat pastinya masih menunggu keputusan lebih lanjut.
“Rencananya memang di Kota Baru, namun untuk titik pastinya kami masih menunggu informasi detail,” tambahnya.
Pemerintah kota berharap kehadiran PSEL menjadi lompatan besar menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kita berdoa semoga pembangunan PSEL ini cepat terealisasi, sehingga masalah sampah di Bandar Lampung dapat tertangani sepenuhnya melalui teknologi ini,” pungkasnya. (***)

Comments