Akses Diblokir

Pemkab

Banjir Rendam 4 Kecamatan di Lampung Selatan, Pemkab Siapkan Strategi Pemulihan

OTENTIK ( LAMSEL ) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menyiapkan langkah strategis untuk menangani pasca dan pemulihan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (9/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Darmawan, dan dihadiri para kepala perangkat daerah terkait serta camat di Kabupaten Lampung Selatan.

Pembahasan dalam rapat tersebut difokuskan pada evaluasi penanganan darurat yang telah dilakukan sekaligus merumuskan langkah lanjutan untuk pemulihan wilayah pascabanjir.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026). Curah hujan tinggi menyebabkan meningkatnya debit air pada sejumlah sungai, drainase, dan saluran irigasi hingga meluap ke permukiman warga.

Sejumlah kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar. Di beberapa titik, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian antara satu hingga tiga meter.

Data sementara mencatat sekitar 1.341 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, seperti retaknya fondasi jembatan, robohnya pagar fasilitas umum, serta jebolnya tanggul Sungai Way Sekampung di lima titik yang berada di Desa Malangsari dan Desa Kertosari.

Muhammad Darmawan mengatakan, sejak awal kejadian pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait telah melakukan langkah penanganan darurat di lapangan.

“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, mulai dari peninjauan lokasi, pembukaan posko kesehatan, distribusi bantuan logistik, hingga pembersihan material sisa banjir,” ujarnya.

Selain itu, penanganan juga dilakukan melalui kegiatan gotong royong bersama warga untuk membersihkan lumpur yang tersisa di permukiman, serta penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas di wilayah terdampak turut memberikan pelayanan kesehatan kepada warga serta menyiagakan tim medis guna mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.

Darmawan menambahkan, pemerintah daerah juga akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai, serta pihak terkait lainnya untuk menangani penyebab banjir secara lebih menyeluruh.

“Penanganan banjir ini tidak hanya pada tahap darurat saja, tetapi juga akan dilanjutkan dengan langkah pemulihan serta penataan kawasan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang,” kata Darmawan.

Sebelumnya, Pemkab Lampung Selatan juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di empat kecamatan tersebut pada Minggu (8/3/2026). (***)

Comments