Transformasi Digital RSUD Abdul Moeloek: Memangkas Jarak Pelayanan Lewat Satu Pintu
OTENTIK ( LAMPUNG ) --- RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan setiap aspirasi dan kendala pasien dapat tertangani secara presisi melalui kanal resmi yang terukur dan responsif pada Rabu (11/3/2026).
Kepala Bagian Humas RSUDAM Desy Yuanita menyatakan bahwa manajemen telah mengintegrasikan berbagai saluran pengaduan baik fisik maupun digital. Inovasi ini dirancang untuk memberikan kepastian solusi bagi masyarakat tanpa harus menempuh jalur panjang di media sosial.
"Kami sangat berharap masyarakat dapat memanfaatkan kanal yang telah kami sediakan secara maksimal. Fokus kami adalah memberikan solusi cepat melalui ruang Admisi Pelayanan Satu Pintu di samping IGD, sehingga setiap kendala bisa langsung tertangani tanpa perlu menunggu lama di ruang digital," ujar Desy saat menjelaskan inovasi tersebut.
Sistem pengaduan di rumah sakit tipe A ini kini telah terhubung secara vertikal dengan SPAN Lapor yang dipantau Staf Ahli Presiden serta aplikasi Lampung Online di level provinsi.
Di lingkup internal RSUDAM meluncurkan Quick Response SIAP sebuah layanan berbasis WhatsApp yang terhubung langsung dengan seluruh unit teknis dan administrasi.
Integrasi ini memungkinkan laporan dari pasien di daerah terpencil sekalipun dapat segera direspons oleh jajaran manajemen dalam waktu singkat.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali pusat layanan ini ditempatkan di titik paling strategis yakni di antara gedung gawat darurat dan rawat jalan. Lokasi tersebut kini diperkuat dengan kehadiran Public Service Center (PSC) yang menjadi garda terdepan penanganan informasi.
Desy menekankan bahwa kehadiran fisik petugas Humas di pusat admisi ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih personal dan hangat kepada pengunjung.
Untuk menjaga efektivitas layanan selama 24 jam penuh manajemen juga menugaskan Manajer Ruangan (Manru) yang bekerja secara mobile setelah jam kantor berakhir. Sistem piket ini memastikan tidak ada keluhan pasien yang terlewatkan baik pada dinas sore maupun malam hari.
"Harapan kami pengaduan pelanggan di IGD itu mampu mengakomodir kebutuhan pelanggan maupun calon pelanggan secara langsung dan tuntas," kata Desy menambahkan.
Selain penguatan kanal komunikasi RSUDAM juga terus memberikan edukasi mengenai etika digital di lingkungan rumah sakit. Sesuai dengan semangat Undang Undang ITE masyarakat diimbau untuk menjaga privasi tenaga kesehatan yang sedang berjuang memberikan tindakan medis.
Pihak rumah sakit telah memasang berbagai petunjuk visual untuk mengarahkan masyarakat agar lebih objektif dalam menyampaikan masukan termasuk melalui fitur Google Review bagi mereka yang merasakan kepuasan layanan.
Keberhasilan transformasi ini tecermin dari pengakuan Ombudsman yang menempatkan Provinsi Lampung sebagai pemilik nilai pelayanan publik tertinggi dengan RSUDAM sebagai salah satu lokus penilaian utamanya.
Kedepannya pasca Lebaran 2026 RSUDAM bersiap meluncurkan kolaborasi strategis dengan Jasa Raharja dan Kepolisian Daerah Lampung untuk memperluas jangkauan PSC ke 15 kabupaten kota. Inovasi ini diharapkan semakin mengukuhkan posisi RSUDAM sebagai wajah pelayanan prima Pemerintah Provinsi Lampung yang kompetitif bahkan di tingkat nasional.(***)

Comments