Dosen BKPI UIN RIL Bahas Konseling Gestalt dan Kesehatan Mental di Hadapan Ratusan Mahasiswa Unindra
OTENTIK ( JAKARTA ) -- Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Tika Febriyani, M.Pd., menjadi narasumber dalam kuliah umum mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Sabtu (9/5/2026), di Aula Kampus C Unindra.
Di hadapan sekitar 700 mahasiswa dan seluruh dosen BK Unindra, Tika mengulas inovasi model konseling serta penguatan kesehatan mental di era digital.
Kuliah umum ini bertema Empowering Future Counselors: Inovasi Model Konseling dan Penguatan Kesehatan Mental di Era Digital. Kegiatan tersebut digelar untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, serta memperdalam pemahaman mahasiswa BK mengenai perkembangan model-model konseling dan isu kesehatan mental di tengah perubahan sosial yang dipengaruhi teknologi.
Dalam paparannya, Tika yang juga menjabat Sekretaris Program Studi BKPI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL, membahas pendekatan Gestalt sebagai salah satu model konseling yang relevan digunakan saat ini.
“Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang berarti keseluruhan, dengan prinsip utama the whole is greater than the sum of its parts yaitu manusia memahami sesuatu secara utuh, bukan terpisah-pisah,” jelasnya.
Tika memaparkan empat konsep utama dalam pendekatan Gestalt, yakni here and now atau fokus pada pengalaman saat ini; awareness atau kesadaran terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku; figure-ground yang menekankan fokus perhatian individu; serta unfinished business atau persoalan emosional masa lalu yang belum terselesaikan dan masih memengaruhi kondisi saat ini.
Menurutnya, pemahaman terhadap konsep-konsep tersebut penting bagi calon konselor dalam membantu klien mengenali pengalaman psikologisnya secara lebih utuh.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Unindra, Dr. H. Taufik, M.Hum. Sementara keynote speaker disampaikan Ketua Program Studi BK Unindra, Sabrina Dachmiati, M.Pd., Kons.
Selain Tika Febriyani, sejumlah akademisi dan praktisi turut menjadi pemateri. Ketua Program Studi BK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Arga Satrio Prabowo, M.Pd., membahas pendekatan person centered.
Kemudian, Agung Wahyu Prasetyo, M.Psi., Psikolog, mengulas penyesuaian diri dan kesehatan mental. Adapun Dr. Rizky Fajar Meirawan, S.K.H., M.Vet., menyampaikan materi mengenai kesehatan mental di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja. (***)

Comments