Akses Diblokir

Pendidikan

Mahasiswa Unila Siapkan Langkah Menuju Warga Dunia Melalui Program Volunteer Global

Foto: DOK HUMAS UNILA

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Universitas Lampung (Unila) terus memperluas dukungan terhadap pengembangan kompetensi global mahasiswa melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai program internasional yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, mengabdi, dan membangun jejaring di tingkat dunia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara pengurus Universitas Lampung’s International Student Association (UKM UISA) yang terdiri dari Najwa Naila Rasidin (FEB), Fifa Ramadini (FISIP) dan M. Gatan Dinata (FEB) dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Rabu, 25 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan institusi terhadap program Global Volunteer (GV) Student Mobility yang memfasilitasi mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk mengikuti kegiatan sukarelawan di berbagai negara.

Ketua Humas UISA Unila, Najwa Naila Rasidin menjelaskan, program Global Volunteer telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra internasional dan saat ini menjangkau lebih dari 50 negara tujuan.

“Saat ini kami memiliki lebih dari 50 negara tujuan, dan yang sedang banyak diminati adalah Vietnam. Nah terakhir terdapat sekitar 12 peserta yang sudah fix ikut program tersebut,” ujarnya.

Menurut Najwa, audiensi dilakukan untuk memperkuat sinergi dengan Unila sekaligus memperoleh dukungan institusional agar program-program internasional yang diikuti mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kami mendapatkan arahan untuk melengkapi profil organisasi dan sejumlah dokumen pendukung. Ini penting untuk menunjukkan kredibilitas organisasi kepada mitra internasional sekaligus memperkuat peluang kerja sama ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Najwa berharap mahasiswa yang mengikuti program internasional dapat memperoleh dukungan akademik yang lebih optimal, termasuk pengakuan kegiatan melalui konversi satuan kredit semester (SKS) serta dukungan lain yang memungkinkan semakin banyak mahasiswa berpartisipasi dalam program berskala global.

Keterlibatan mahasiswa dalam program internasional tidak hanya memberikan pengalaman lintas budaya, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap isu-isu global yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.(***)

Comments