Bikin Bangga! 7 Mahasiswa Unila Sabet Juara 1 Pop & Jazz di Jakarta International Choral Festival 2026
OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung. Tujuh mahasiswa Unila yang tergabung dalam Gita Nada Lampung Community (GNLC) berhasil meraih 1st Winner Pop & Jazz Category pada The 2nd Jakarta International Choral Festival (JICF) 2026.
Ketujuh mahasiswa berprestasi tersebut adalah Fransiskus Guido Nain Ggolan (FKIP 2022), Daffarel Taufiqurrahman (FT 2025), Mikhael Cether Pentatito (FKIP 2025), Kayla Issaniva Hadi (FT 2025), Eliaius Juan Abimanyu (FKIP 2025), Aurora Varea Juantia (FISIP 2025), dan Ikhsan Nugraha (FKIP 2025).
Bertarung di Panggung Internasional TIM Jakarta
Kompetisi bergengsi yang digelar Jakarta Youth Choir (JYC) dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini berlangsung pada 5–7 Juli 2026 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Mengusung tema “Let’s Celebrate Diversity and Sing the Harmony”, festival ini menjadi panggung kompetisi, pertukaran budaya, sekaligus ajang meningkatkan kualitas seni paduan suara. Pesertanya datang dari berbagai kelompok paduan suara terbaik di Indonesia hingga mancanegara.
Di kategori Pop & Jazz, GNLC tampil percaya diri. JICF sendiri merupakan kompetisi paduan suara bertaraf internasional yang sudah ditargetkan tim sejak 2025. Alasannya, festival ini menghadirkan dewan juri internasional serta Choral Clinic bersama Dr. Ken Steven, komponis dan pakar paduan suara ternama.
Latihan Sejak November 2025, Tantangan Bukan Main
Perjalanan menuju panggung kemenangan dimulai sejak November 2025. Prosesnya dimulai dari audisi ketat untuk menentukan formasi terbaik.
Latihan rutin satu kali seminggu pun ditingkatkan menjadi dua kali seminggu saat mendekati hari H. Pemilihan lagu juga dimatangkan melalui rapat intens antara pelatih dan manajemen GNLC.
Rangkaian kompetisi diawali registrasi dan penyerahan partitur beserta lisensi lagu. Dilanjutkan stage rehearsal untuk menyesuaikan akustik panggung dan formasi, opening ceremony, hingga babak utama kompetisi.
Penilaian juri mencakup 4 aspek: intonation, sound quality, interpretation/fidelity to the score, dan overall artistic performance. Nilai akhir adalah rata-rata penilaian seluruh juri, dengan pengurangan poin jika durasi penampilan melebihi ketentuan.
Tantangan terbesar selama persiapan adalah menyatukan interpretasi musikal dari anggota dengan karakter vokal berbeda. Belum lagi mereka harus membagi waktu antara latihan dengan kuliah dan pekerjaan.
"Kami mengatasinya dengan jadwal latihan disiplin, latihan per seksi suara, dan komunikasi yang solid agar satu visi," ungkap tim.
Saat tampil, rasa gugup di hadapan juri dan kompetitor kuat tak bisa dihindari. Namun GNLC mengubahnya menjadi energi positif. Saling support, jaga fokus, dan percaya pada hasil latihan menjadi kunci mereka.
Raih Gold Medal dan Melaju ke Grand Prix
Hasilnya luar biasa. Selain menyabet 1st Winner Pop & Jazz Category dan Gold Medal dengan skor tertinggi, GNLC juga berhak melaju sebagai Grand Prix Finalist.
Meski belum berhasil menjadi Grand Prix Winner, pengalaman ini jadi pelecut semangat untuk terus mengasah kualitas di kompetisi berikutnya.
Lebih dari piala, kompetisi ini mengajarkan arti penting kepercayaan, kekompakan, dan komitmen dalam tim. "Hasil terbaik lahir dari latihan konsisten, kerja sama kuat, dan mau terus belajar dari paduan suara lain," ujar perwakilan tim.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Unila untuk terus mengasah potensi di bidang apa pun.
“Mengikuti kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga tentang melatih disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan mental untuk terus berkembang. Saya ingin mengajak seluruh mahasiswa Universitas Lampung untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki. Jangan takut untuk mencoba, karena setiap pengalaman akan menjadi proses belajar yang sangat berharga,” tutup perwakilan Gita Nada Lampung Community. (***)

Comments