Akses Diblokir

Hukum

Diduga Jadi Korban Penipuan, ASN di Bandarlampung Lapor ke Polda Lampung

Foto dalam berita ini merupakan ilustrasi yang dibuat dengan AI. Tidak menggambarkan orang, dokumen, atau kejadian yang sebenarnya.

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Seorang ASN berinisial MR di lingkungan Pemkot Bandarlampung melaporkan dugaan tindak pidana penipuan ke Polda Lampung. Pelapor mengaku mengalami kerugian sekitar Rp80 juta terkait janji promosi jabatan.

Pihak yang dilaporkan berinisial KS yang diduga merupakan pejabat yang berdinas di Pemkab Tulang Bawang Barat.

Seluruh kronologi disampaikan kuasa hukum pelapor dari Law Office Harlinton Sidauruk & Partners, Binsar Darlontua Sidauruk, dalam wawancara via telepon dengan awak media Rabu 5/8/2026. Sebelumnya awak media juga telah menghubungi pelapor MR dan diarahkan langsung ke kuasa hukum.

"Setelah kami pelajari unsur peristiwanya, kami laporkan ke Polda Lampung. Laporan polisi tersebut telah sah diterima beserta berbagai alat bukti yang kami serahkan," ujar Binsar. 

Berdasarkan keterangan kuasa hukum, KS diduga menawarkan bantuan untuk mengurus promosi jabatan MR menjadi Kepala Bidang di lingkungan Pemkot Bandarlampung. Peristiwa itu disebut terjadi pada tahun 2025 saat pelapor masih bertugas di Disdukcapil.

Salah satu hal yang membuat pelapor percaya, menurut kuasa hukum, adalah pengakuan KS yang menyebut dirinya sebagai saudara dari pejabat yang berdinas di salah satu OPD di Pemkot Bandarlampung.

"Klien kami diyakinkan bahwa yang bersangkutan merupakan saudara dari pejabat di salah satu OPD Pemkot Bandarlampung. Karena itulah klien kami percaya terhadap janji tersebut," kata Binsar.

Setelah itu, KS diduga meminta sejumlah uang secara bertahap kepada pelapor. Dimulai dari Rp10 juta. Total dana yang ditransfer, menurut keterangan kuasa hukum, diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Namun janji tersebut, menurut kuasa hukum, tidak terealisasi. Hingga 4 kali pelantikan pejabat di Pemkot Bandarlampung, nama MR tidak pernah masuk dalam daftar.

"Setiap ada pelantikan, klien kami selalu menunggu, tetapi sampai empat kali pelantikan namanya tidak pernah ada. Janji tersebut tidak pernah terealisasi," ungkapnya.

Sebagai alat bukti, kuasa hukum menyatakan telah menyerahkan bukti transfer dan tangkapan layar percakapan WhatsApp kepada penyidik.

Binsar menegaskan pelapor tidak pernah berkomunikasi langsung dengan pejabat yang disebut sebagai saudaranya tersebut. Hubungan hukum dalam perkara ini hanya dengan KS.

"Hubungan hukum dalam perkara ini adalah dengan orang yang mengaku sebagai saudara dari pejabat tersebut. Itu yang menjadi dasar laporan kami," jelasnya.

Dalam laporan tersebut, KS dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, serta penyalahgunaan wewenang jabatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami akan kawal proses hukum ini sampai tuntas," tegas Binsar.

Upaya Konfirmasi ke Pihak Terkait

Untuk keberimbangan, Mediaotentik.com telah berupaya mengkonfirmasi kepada pejabat di salah satu OPD Pemkot Bandarlampung yang disebut sebagai saudara terlapor. 

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu 5/8/2026, yang bersangkutan menjawab dan menyatakan sedang berada di Jakarta karena ada acara. 

"Sekontakan yo, kamis baru selesai acara di jakrta," tulisnya kepada Mediaotentik.com

Saat dikonfirmasi kembali pada hari yang sama terkait pemberitaan, pejabat tersebut meminta waktu dan menyampaikan sedang kurang sehat. 

"Okeh sabar yo. Kmaren kita tiba2 ngedrop, baru pulang berobat," tulisnya.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi lebih lanjut belum diterima.

Redaksi juga belum dapat menghubungi terlapor KS untuk dimintai keterangan dan konfirmasi. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memiliki akses terhadap nomor kontak yang bersangkutan. (Red)


Catatan Redaksi: 

MEDIAOTENTIK.COM menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan masih  membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait. Klarifikasi akan dimuat secara proporsional sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

Foto dalam berita ini merupakan ilustrasi yang dibuat dengan AI. Tidak menggambarkan orang, dokumen, atau kejadian yang sebenarnya.

Tags: DAERAH

Comments