Bahas Kolaborasi dengan BBPVP Serang, UIN RIL Siap Ikuti Program Pelatihan Kemnaker RI
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menerima kunjungan Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ady Nugroho, sekaligus sosialisasi Program Tailor Made Training (TMT), Kamis (13/08/2026), di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Academic & Research Center.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Umum BBPVP Serang Agung Wisnugroho.
Dari UIN Raden Intan Lampung hadir Rektor Prof. Wan Jamaluddin Z., Ph.D., Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), sejumlah dekan dan wakil dekan, Ketua LP2M, Ketua Tim Humas dan Kerja Sama, serta staf UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karier.
Dalam pertemuan tersebut, Ady Nugroho memaparkan materi “Kolaborasi Strategis Skema Tailor Made Training BBPVP Serang”. Skema TMT merupakan program pelatihan vokasi yang disusun berdasarkan kebutuhan pengusul dan dapat berbentuk upskilling, reskilling, maupun new skilling.
Berdasarkan materi BBPVP Serang, skema TMT mengacu pada Permenaker Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi.
Program ini dapat diusulkan oleh berbagai lembaga, termasuk perguruan tinggi, dengan tujuan akhir yang diarahkan pada bekerja, berwirausaha, atau peningkatan produktivitas. Karena itu, rencana penyerapan lulusan menjadi salah satu bagian penting dalam pengajuan program.
Ia mengatakan, peluang kerja sama dengan BBPVP Serang memiliki keterkaitan dengan keberadaan UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karier di UIN RIL. Selama ini, pelatihan yang dilaksanakan UIN RIL tidak terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga mencakup pelatihan life skill yang berkaitan dengan bidang keilmuan yang digeluti mahasiswa.
Rektor juga menyampaikan mengenai kepercayaan Pemerintah Provinsi Lampung melalui hibah tanah di Kota Baru yang dapat menjadi bagian dari pengembangan pendidikan UIN RIL, termasuk rencana pengembangan pendidikan vokasi di lokasi tersebut.
Selain pengembangan keterampilan mahasiswa, Rektor menyinggung keterlibatan mahasiswa dalam tata kelola sampah yang dikelola TPKBBL. Hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab dan komitmen UIN RIL sebagai kampus yang memperoleh anugerah the greenest campus dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Karena itu, mahasiswa juga didorong untuk memiliki kepedulian dan keterampilan dalam tata kelola lingkungan.
Diskusi kemudian diarahkan pada potensi program yang dapat dikolaborasikan antara UIN RIL dan BBPVP Serang. Beberapa di antaranya adalah pelatihan laboran, khususnya untuk mendukung pengembangan laboratorium halal, pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, hingga diskusi mengenai pelatihan bagi warga binaan melalui kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan.
Rektor kemudian menyinggung potensi pengembangan keterampilan mahasiswa yang bersinggungan dengan bidang kehumasan, termasuk kemampuan pembuatan film dan produksi konten. Ia juga melihat peluang pengembangan potensi pariwisata Lampung serta keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk seperti tapis.
Menurut Rektor, berbagai potensi tersebut dapat menjadi bagian dari peluang pengembangan keterampilan dan kewirausahaan yang dapat dikembangkan melalui kerja sama.
“Intinya, mari kita ikuti kesempatan ini dengan baik untuk keberlangsungan kebaikan bersama,” ujar Rektor.
Pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan awal bagi UIN Raden Intan Lampung untuk melihat peluang pemanfaatan skema TMT sesuai kebutuhan mahasiswa, pengembangan keterampilan, kewirausahaan, serta potensi program vokasi yang dapat dikembangkan ke depan.
Dalam skema yang dipaparkan BBPVP Serang, pengajuan TMT dapat dilakukan melalui aplikasi e-Proposal atau dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan BBPVP Serang melalui Koordinator Pemberdayaan. Selanjutnya proposal diverifikasi, dinilai dari sisi rencana penempatan atau pemberdayaan lulusan, disusun PKS, dan dilanjutkan ke tahap pelaksanaan.
Untuk wilayah Lampung, BBPVP Serang menjadi UPT pembina yang mencakup Banten, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat. Pelaksanaan seluruh program TMT tahun 2026 ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2026.(***)

Comments