Akses Diblokir

Pemkab

Bupati Pringsewu Canangkan Gerakan Sekolah Berintegritas Bebas KKN

OTENTIK ( PRINGSEWU ) – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mencanangkan Gerakan Sekolah Berintegritas Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di SMP Negeri 2 Gadingrejo, Senin (3/8/2026).

Pencanangan tersebut ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan dalam membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu M. Andi Purwanto, beserta jajaran pemerintah daerah dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas mengatakan sekolah selama ini kerap dipandang hanya sebagai tempat untuk memperoleh nilai rapor dan hasil ujian yang baik. Padahal, menurutnya, makna pendidikan jauh lebih luas.

“Sekolah adalah tempat di mana peradaban sebuah bangsa ditempa dan ruang pertama untuk belajar arti hidup berdampingan, disiplin, dan yang utama belajar menjadi manusia jujur,” kata Riyanto.

Ia menegaskan, Gerakan Sekolah Berintegritas Bebas KKN merupakan pengingat bagi seluruh unsur pendidikan bahwa kejujuran harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda.

“Gerakan Bebas KKN ini adalah alarm pengingat bagi kita semua, baik guru, orang tua maupun anak-anakku sekalian, bahwa kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja, sampai kapan pun,” ujarnya.

Menurut Riyanto, integritas tidak dapat dibangun secara instan. Nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan, keteladanan, dan keputusan-keputusan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Ia juga mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan generasi yang akan menentukan masa depan Kabupaten Pringsewu dan Indonesia.

“Kalian hari ini adalah pemilik sah masa depan Kabupaten Pringsewu, bahkan pemilik masa depan Indonesia Emas nantinya,” tegasnya.

Integritas Dimulai dari Hal Kecil

Bupati Riyanto menilai kecerdasan intelektual tanpa diiringi kejujuran dapat menjadi sesuatu yang berbahaya. Pengetahuan dan kemampuan yang tinggi, kata dia, harus berjalan seiring dengan karakter dan integritas.

“Kecerdasan intelektual tanpa kejujuran itu ibarat pisau bermata dua. Kalau tidak hati-hati, justru bisa melukai diri sendiri dan orang banyak,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa menjadi pribadi hebat tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa. Kehebatan justru dapat dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat sejak sekarang.

“Kehebatan itu dimulai dari keputusan kecil hari ini, dan tetap jujur meskipun tidak ada satu pun orang yang sedang mengawasi,” katanya.

Riyanto menegaskan Pemerintah Kabupaten Pringsewu menaruh perhatian dan harapan besar terhadap dunia pendidikan. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang aman, bersih, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk ketidakjujuran.

“Pemkab Pringsewu menaruh harapan besar pada dunia pendidikan. Kami ingin sekolah-sekolah kita menjadi zona yang aman, bersih dan nyaman dari segala bentuk ketidakjujuran, termasuk bibit-bibit kolusi dan nepotisme sejak dini,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat dengan memulai perubahan dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan sejak saat ini.

“Kepada kepala sekolah, dewan guru, serta komite sekolah, agar keteladanan menjadi kurikulum utama sekolah,” pungkasnya. (***)

 

Comments