Wakil LPS Ajak Mahasiswa ITERA Cerdas Kelola Keuangan dan Waspadai Pinjaman Online
OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Wakil Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Adzwar Nasution mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA), untuk semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Pesan tersebut disampaikan Farid saat menjadi pemateri dalam kuliah umum bertajuk “Cerdas Finansial, Aman Menata Masa Depan” yang digelar di Gedung ITERA dan diikuti ratusan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Farid mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai fasilitas keuangan, termasuk kartu kredit dan layanan pinjaman online (pinjol).
Menurut Farid, kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai manfaat, risiko, serta kemampuan finansial masing-masing. Jangan sampai kemudahan memperoleh pinjaman justru menjadi beban dan menimbulkan persoalan keuangan di kemudian hari.
“Mahasiswa harus cerdas dalam mengambil keputusan keuangan. Pahami manfaat, risiko, serta kemampuan diri sebelum menggunakan fasilitas kredit maupun pinjaman,” ujar Farid.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Salah satunya dengan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, serta menentukan skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., serta Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., http://M.Si.(Han), Ph.D.
Hadir pula sejumlah dekan dan jajaran biro di lingkungan ITERA.
Sementara itu, Angel dan Sarah, mahasiswa ITERA yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang dapat mengikuti kuliah umum literasi keuangan tersebut.
Menurut mereka, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menentukan skala prioritas.
“Kami sangat senang mengikuti kuliah umum ini karena mendapatkan ilmu baru yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami jadi lebih memahami bagaimana menentukan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang bukan,” ujar Angel dan Sarah.
Mereka berharap kegiatan literasi keuangan seperti ini dapat terus dilakukan karena memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam mengelola keuangan secara bijak.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki wawasan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab sebagai bekal dalam menata masa depan. (***)

Comments