Politik

Komisi II DPRD Pringsewu Rapat Dengar Pendapat dengan Manajemen BUMD PT PJS

Foto: Istimewa

OTENTIK ( PRINGSEWU ) -- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu dengan jajaran manajemen BUMD PT. PJS di ruang Komisi II DPRD setempat, Senin (24/2/2024).

Ketua Komisi II DPRD Pringsewu, Hj. Mastuah didampingi Wakil Ketua, Anton Subagiyo mengaku, menyayangkan BUMD PJS di tahun 2024 hanya bergerak diusahakan ayam broiler, bekerja sama dengan Rumah Potong Ayam (RPA), denhan pendapatan yang cukup minim.


Sementara, biaya operasional yang dikeluarkan, menghabiskan anggaran ratusan juta.

Alhasil, Komisi II DPRD Pringsewu meminta kepada BUMD di tahun 2025 untuk meningkatkan pendapatannya.

“Bukan seperti di tahun 2024, pendapatan sedikit, hanya 22 jutaan. Sementara, operasional bisa mencapai kurang lebih Rp.627 juta. Berarti uang yang dikelola hanya habis untuk operasional saja,” ucap Anton Subagyo.

Menurut Anton Subagyo, penyertaan modal yang diberikan memiliki tujuan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pringsewu dari BUMD.


“Tapi, sangat disayangkan, PAD hanya habis untuk operasional pengurus saja. Di tahun 2025 ini, Komisi II akan memanggil Tim TAPD dan Diskoperindag UMKM untuk menggelar rapat terkait bagaimana melihat jenis usaha yang dilakukan di tahun 2025, agar peristiwa di tahun 2024 tidak kembali terulang di tahun ini,” tandas Anton Subagyo.


Ia mengemukakan, dengan penyertaan modal sebesar Rp.5 miliar ke BUMD PJS, namun hanya mendapatkan keuntungan Rp.22 juta. Meskipun ada sisa anggaran yang lain, itu pun masih dalam bentuk deposito.

“Upaya ini yang sedang kami lakukan untuk mendorong agar BUMD segera melakukan usaha yang benar-benar menghasilkan/menyumbangkan PAD pada APBD Kabupaten Pringsewu,” terangnya.

Hadir dalam RDP, anggota Komisi II DPRD Pringsewu seperti Sudiyono, Leswanda Putra. (*/Rs)

Comments