Pendidikan

Ubah Limbah Jadi Rupiah: SMAN 2 Bandar Lampung & BRI Sulap Sampah Jadi Tabungan Berkah

Foto: ISTIMEWA

OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) – Inisiatif "Bank Sampah Sekolah Kita" di SMAN 2 Bandar Lampung kini resmi menjadi langkah progresif dalam mengubah paradigma pengelolaan limbah. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa.

BACA JUGA: Launching Sistem Digital Bank Sampah di SMAN 1, Kadisdikbud: Menuju Sekolah Hijau

Peluncuran resmi (launching) yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, di Aula GSG Kampus SMAN 2 Bandar Lampung ini merupakan kelanjutan dari program percontohan yang telah dirintis sejak pertengahan 2025 di bawah naungan Wakil Gubernur Lampung.

Mencetak The Next Youth Green Leader

Lahirnya bank sampah di SMAN 2 merupakan hasil perjalanan panjang melalui pendampingan intensif dari Bank Sampah Sahabat Gajah, Bank Sampah Disabilitas, dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia. Para siswa kelas 10 dan 11 dididik menjadi duta lingkungan yang dijuluki sebagai The Next Youth Green Leader.

BACA JUGA: OJK dan Disdikbud Lampung Luncurkan Program Bank Sampah Sekolah Untuk SMA/SMK

Edukasi yang diberikan mencakup pemahaman dampak perubahan iklim, waste management, hingga pelatihan soft skills seperti komunikasi, kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, hingga aspek komersial pengelolaan sampah.

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan BRI

Program ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi multipihak. Selain SMAN 2 Bandar Lampung dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, proyek ini melibatkan OJK, BRI, berbagai komunitas bank sampah, Forum CSR Lampung, APINDO, Perhumas, hingga akademisi dari IBI Darmajaya.

Dalam kesempatan tersebut, BRI sebagai mitra utama secara simbolis menyerahkan bantuan sarana dan prasarana Pilah Timbang Tabung Sampah. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, sehingga setiap sampah yang terkumpul dapat segera dikonversi menjadi saldo tabungan yang bernilai ekonomi.

BACA JUGA: Temu Pengusaha Lampung Jadi Ruang Kolaborasi: Bangkit, Bertumbuh, Berdaya

Revolusi Mental: Dari "Buang Sampah" ke "Tabung Sampah"

Kepala Sekolah SMAN 2 Bandar Lampung, Sevensari, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa program ini adalah praktik baik dalam pembentukan karakter siswa.

"Kami ingin mengubah mindset dan cara pandang anak didik. Melalui program ini, siswa belajar berbagi tanggung jawab sebagai warga sekolah untuk mengurangi sampah harian. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang asri dan sehat," ujar Sevensari.

Dengan diterapkannya konsep "Tabung Sampah", siswa SMAN 2 membuktikan bahwa mereka bukan sekadar objek edukasi, melainkan aktor perubahan. Langkah ini juga mendukung target pemerintah daerah dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat luas. (***)

Comments