OJK dan Disdikbud Lampung Luncurkan Program Bank Sampah Sekolah Untuk SMA/SMK
OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung secara resmi meluncurkan program kolaborasi Bank Sampah Sekolah tingkat SMA/SMK se-Bandar Lampung.
Acara yang dikemas dalam bentuk Studium Generale ini diselenggarakan di SMAN 1 Bandar Lampung Bersama BNI 46 sebagai langkah nyata pengurangan sampah di dunia pendidikan melalui integrasi literasi keuangan digital.
Sinergi Lingkungan dan Literasi Keuangan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan literasi keuangan bagi para siswa. Melalui program ini, sampah yang dikumpulkan oleh siswa tidak hanya diolah demi kelestarian lingkungan, tetapi juga dikonversi menjadi nilai tabungan melalui sistem perbankan BNI.
Membentuk Karakter Wirausaha dan Ekonomi Sirkular
Kepala Sekolah SMAN 1 Bandar Lampung Suharto, menyatakan bahwa Implementasi Program Bank Sampah di Satuan Pendidikan SMAN 1 Bandar Lampung merupakan strategi cerdas mewujudkan siswa berpretasi, berwawasan dan peduli lingkungan, berkarakter wirausaha, memiliki visi ekonomi serta mengedukasi dari masalah menjadi solusi, sekaligus membekali siswa dengan pemahaman ekonomi sirkular sejak dini.
"Kami ingin siswa paham bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata melalui pengelolaan yang tepat,dan melahirkan calon pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan" ujarnya.
Replikasi Kesuksesan Pengelolaan Sampah
Program merupakan replikasi sukses dari inisiatif pengembangan bank sampah sebelumnya diinisiasi oleh Bank Sampah Sahabat Gajah , Bank Sampah Disabilitas dan yang didukung oleh Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam rangkaian waste bank development program.
Target Utama: Literasi, Inklusi, dan Edukasi
OJK dan Dinas Pendidikan melihat potensi besar dalam mengubah perilaku pengelolaan sampah menjadi budaya menabung yang produktif bagi pelajar di Lampung.
Melalui program ini, sampah anorganik yang dikumpulkan oleh siswa akan dikonversi menjadi saldo tabungan di bank mitra. Inisiatif ini bertujuan untuk Meningkatkan Literasi & Inklusi Keuangan: dengan cara mengajak para siswa/i mengenal produk perbankan sejak dini melalui hasil konversi sampah, Edukasi Ekonomi Sirkular: Memberikan pengajaran siswa/i bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik dan Pelestarian Lingkungan: Melalui pengurangan volume sampah plastik di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Visi Sekolah Hijau dan Digital
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Americo dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan kolaborasi untuk membangun kemandirian tata Kelola sampah yang baik di sekolah menuju sekolah yang hijau dan ramah lingkungan sehat serta nyaman dan bersih.
"Kami berharap sekolah-sekolah di Bandar Lampung dapat menjadi pionir dalam tata kelola sampah yang terhubung langsung dengan sistem keuangan digital," pungkasnya.
Dihadiri Tokoh dan Mitra Strategis
Kegiatan launching "Bank Sampah Sekolah Kita" pada Senin, 26 Januari 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Lampung, Thomas Americo, Branch Bisnis Manager BNI Kantor Cabang Tanjung Karang, Drajat Sugiarto, Deputi Direktur OJK Provinsi Lampung Eti Elyati, Coca-Cola Europacifc Yayasan Rumah Inspirasi Sahabat Gajah, Bank Sampah Disabilitas Forum CSR Prov. Lampung perwakilan mitra perbankan anggota Himbara. (***)


Comments