Literasi Lampung Barat Berjalan Sukses
OTENTIK (LAMBAR)–Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Mecanangkan Gerakan Literasi Daerah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018 Di Gor Aji Saja Komplek Sekuting Terpadu Kecamatan Balik Bukit Lampung Barat, Rabu(2/5/2018).
Dalam Acara tersebut dihadiri Dra. Woro Titi Haryanti MA., Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan ,Wakil Bupati Lampung Barat Drs.Mad Hasnurin, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Unsur Muspida, Forkopimda, Sejumlah Kepala OPD,Herlina (kepala dinas perpustakaan),Ariani Jalal (Kantor Staf Kepresidenan),Ahmadi Sumaryanto (DPRD Prov Lampung),Ester Indahyani Yusuf (Penulis Buku, Peraih Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2001),Adi Wicaksono T Prarjeka (Grider Kopi Nasional-Literasi Kopi),Udo Karzi (Penulis dan Budayawan Lampung),Eni Amalia (Ketua Forum Literasi Lampung),Partinia (Bunda Literasi Lampung Barat).,Yusmalasari A Dhuarsa (Putri Buku Indonesia 1996), Isbedy Stiawan (Sastrawan dan Budayawan Lampung),Sugeng Hariyono (Motor Pustaka), Zonizar (Komunitas Tanggamus Membaca).
Pada kesemptan tersebut Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Mengatakan Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia, keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia.
Selanjutnya pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. dengan kemampuan membaca ini pula literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan) dapat ditumbuhkembangkan.
"Untuk membangun budaya literasi pada seluruh ranah pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat), sejak tahun 2016 kementerian pendidikan dan kebudayaan menggiatkan gerakan literasi daerah (gld) sebagai bagian dari implementasi peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. layaknya suatu gerakan, pelaku gld tidak didominasi oleh jajaran kementerian pendidikan dan kebudayaan, tetapi digiatkan pula oleh para pemangku kepentingan, seperti pegiat literasi, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan kementerian/lembaga lain,” terangnya.
Sementara
itu dalam sambutannya Dra. Woro Titi Haryanti MA, Deputi Bidang Pengembangan
Suberdaya Perpustakaan menyampaikan Sungguh merupakan kebahagiaan dan
kebanggaan bagi kami dari Perpustakaan Nasional RI dapat ikut merayakan
kegiatan pencanangan Lampung Barat menuju Kabupaten Literasi pada pagi hari ini
dengan menyerahkan Mobil Perpustakaan Keliling beserta koleksi.
Kemudian komitmen yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Pusat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Lampung Barat melalui pemberdayaan perpustakaan & peningkatan minat baca. Keberadaan perpustakaan dengan berbagai macam layanannya memiliki peran strategis yang dapat ikut serta mengantarkan masyarakat Lampung Barat menjadi masyarakat berliterasi, karena literasi sangat penting bagi kehidupan kita semua. Dengan memiliki kemampuan berliterasi, kualitas hidup kita akan meningkat. Kita akan menjadi berdayaguna disetiap aspek kehidupan kita.
Mengingat begitu pentingnya literasi, pemerintah melalui Bappenas telah menjadikannya sebagai prioritas nasional 1 ditahun 2019 yaitu Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar melalui program Penguatan Literasi untuk Kesejahteraan dan kegiatan Pemerataan layanan perpustakan berbasis inklusi sosial, Karenanya perpustakaan harus bertransformasi dengan merubah mindset tentang apa yang harus dilakukan oleh perpustakaan dengan melibatkan seluruh stakeholders dan masyarakat
Keterlibatan stakeholders dan masyarakat dalam merubah mindset tentang perpustakaan, akan membawa perubahan besar terhadap peran perpustakaan dimasyarakat. Sebagai contoh layanan yang melibatkan seluruh stakeholders dan masyarakat akan membuat perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, saling berbagi pengetahuan dan bertukar pengalaman. Hal ini dapat dilakukan di perpustakaan nasional, perpustakaan provinsi/ kabupaten/ kota, bahkan di perpustakaan desa.
Agar Perpustakaan dapat bertransformasi diperlukan adanya komitmen dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan perpustakaan baik ditingkat propinsi, kabupaten/kota dan bahkan sampai ke desa serta didukung dengan peraturan-peraturan daerah yang menguatkan kedudukan perpustakaan. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga perpustakaanpun tidak boleh dilupakan baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Bekali tenaga perpustakaan dengan kemampuan hard dan soft skills.
Selain kedua hal tersebut adalah peningkatan kapasitas pemanfaatan perpustakaan melalui ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka dan sumber informasi bermutu untuk masyarakat agar masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan untuk berbagi pengalaman dan melatih keterampilan supaya beroleh keahlian & pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan serta perpustakaan menjadi ruang sinergitas kegiatan kemasyarakatan di daerah, OPD, K/L agar manfaat dan dampak di masyarakat optimal.
Salah satu bentuk peningkatan pemanfaatan perpustakaan dapat dilakukan melalui layanan perpustakaan keliling yang akan kami serahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat. Melalui layanan perpustakaan keliling, akses masyarakat terhadap bahan baca menjadi lebih dekat dan mudah. Masyarakat yang karena berbagai hal tidak dapat datang ke perustakaan tetap dapat mengakses bahan bacaan. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan layanan perpustakaan dan merupakan kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota menyediakan layanan tersebut sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Melalui
program stimulasi ini, Perpustakaan Nasional menyerahkan bantuan Mobil
Perpustakaan Keliling dengan buku sebanyak 400 judul, 800 eksemplar serta
perlengkapan Multimedia yaitu Digital Signage (TV LED 32 Inch), Genset, Laptop
(14 Inch), Modem, Proyektor dan layar proyektor. Dengan adanya Mobil
Perpustakaan Keliling ini dapat meningkatkan kinerja Dinas Perpustakaan
Kabupaten Lampung Barat. Pesan saya, pada waktu memberikan layanan MPK untuk
dapat dikemas dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian masyarakat
sekitar dan disinergikan dengan OPD yang lainnya. Mudah-mudahan MPK dapat juga
memberikan efek yang heboh kepada anak-anak dan masyarakat sekitar yang dengan
senang hati menunggu kedatangan MPK.
Kemudian dalam sambutannya Pjs. Gubernur Lampung Dr. Drs. Didik Suprayitno, MM., Menyampaikan membaca dan menulis merupakan kunci yang di perlukan untuk membuka jendela dunia negara yang memasyarakatkan gemar membaca cenderung memiliki peradaban yang maju. kemudian untuk menggugah masyarakat agar gemar membaca pemprov Lampung melakukan berbagai upaya diantaranya adalah program gerbang desa dengan memberikan bantuan buku ,rak buku dan perangkat komputer, bantuan motor perpustakaan keliling untuk dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten kota se provinsi Lampung,surat edaran gubernur Lampung tentang 15 menit sebelum pelajaran di mulai siswa diwajibkan membaca buku di luar buku pelajaran ,bimtek pengelolaan perpustakan desa perpustakaan sekolah dan perpustakaan instansi,serta diklat kepala perpustakaan sekolah tingkat Provinsi Lampung.
Selanjutnya diharapkan dengan upaya tersebut masyarakat semakin cerdas memiliki wawasan dan pengetahuan melalui gerakan gemar membaca dan menulis.
“Gerakan literasi ini menjadi sarana advokasi dan edukasi untuk meningkatkan kemapuan SDM Lambar yang nanti pada gilirannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang cerdas inovatif dan pengetahuan," ujarnya. (pho/ptr)
Comments