Gubernur Mirza Jadi Warga Pertama Didata Sensus Ekonomi 2026 Door-to-Door di Lampung
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Lampung mulai pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door-to-door. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal jadi warga pertama yang didata petugas BPS.
Pendataan berlangsung di kediaman Gubernur di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, Senin 15/6/2026.
Keikutsertaan Gubernur Mirza jadi bentuk dukungan nyata pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebagai kepala daerah, Gubernur Mirza berikan contoh dan jadi role model bagi masyarakat. Tujuannya sukseskan pendataan BPS untuk hasilkan data ekonomi akurat dan berkualitas.
Momentum 10 Tahun Sekali
Dalam kesempatan itu Gubernur Mirza tegaskan Sensus Ekonomi 2026 momentum penting. Sensus ini hanya dilaksanakan sekali dalam kurun waktu sepuluh tahun.
"Alhamdulillah, saya sudah laksanakan sensus ekonomi. Sensus ekonomi terakhir dilaksanakan tahun 2016. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir banyak perkembangan dan perubahan di Provinsi Lampung," ujar Mirza.
Menurut Mirza, berbagai perubahan selama satu dekade terakhir perlu didokumentasikan menyeluruh. Pendataan BPS akan catat seluruh aktivitas ekonomi, termasuk perubahan dan dinamika di masyarakat serta dunia usaha Lampung saat ini.
Ia jelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 semakin penting. Hal itu mengingat berbagai perubahan tata kelola dan tata niaga terjadi di Lampung beberapa tahun terakhir.
Data Akurat untuk Kebijakan Inklusif
Gubernur Mirza ajak seluruh masyarakat Lampung berpartisipasi aktif sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Caranya berikan informasi benar, lengkap, dan terbuka kepada petugas sensus.
"Saya ajak seluruh masyarakat Provinsi Lampung turut sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan berikan informasi benar, lengkap, dan terbuka kepada petugas sensus. Data yang diberikan tidak terafiliasi kepentingan pihak mana pun serta dijamin kerahasiaannya," katanya.
Menurut Mirza, data akurat punya peran sangat penting. Data itu dukung pemerintah rumuskan kebijakan pembangunan berpihak kepada masyarakat.
"Data akurat sangat penting bagi pemerintah dalam rumuskan kebijakan berpihak kepada rakyat, dorong pembangunan, perkuat pertumbuhan ekonomi, tingkatkan kualitas pendidikan, serta wujudkan pembangunan inklusif dan berkeadilan," ujarnya.
Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya Lampung terus meningkat berkelanjutan. Namun yang lebih penting, pertumbuhan itu harus inklusif. Manfaatnya harus dirasakan langsung seluruh lapisan masyarakat dan jawab tantangan saat ini.
8.619 Petugas Turun ke Lapangan
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution katakan Sensus Ekonomi 2026 momentum sangat penting. Sensus hanya dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun.
"Ini momentum sangat penting karena Sensus Ekonomi dilaksanakan hanya sekali dalam sepuluh tahun. Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan untuk pastikan seluruh pelaku usaha tercatat baik," kata Ahmadriswan.
Ia jelaskan cakupan pendataan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas. Pendataan mencakup seluruh pelaku usaha, baik usaha formal maupun usaha di lingkungan rumah tangga.
"Ketika kita bicara pelaku usaha, tidak hanya usaha formal dengan tempat tetap. Pelaku usaha di lingkungan rumah tangga pun kami data," ujarnya.
Ahmadriswan tambah pendekatan Sensus Ekonomi 2026 pakai sensus ekonomi lengkap. Artinya seluruh pelaku usaha didata tanpa terkecuali, termasuk sektor pertanian.
Menurutnya, data hasil sensus berikan gambaran nyata kondisi ekonomi Lampung. Dari data itu, pemerintah tahu sektor produktif, sektor perlu dorong, sektor serap tenaga kerja besar, serta potensi ekonomi lain.
Data tersebut jadi dasar kuat pemerintah rumuskan kebijakan pembangunan berkeadilan dan inklusif.
"Pembangunan yang kita dorong harus berkeadilan dan inklusif. Artinya, seluruh masyarakat jadi bagian proses pembangunan sekaligus rasakan hasil pembangunan itu sendiri," ujarnya.
Ahmadriswan tegaskan BPS berkomitmen dukung pemerintah sediakan data berkualitas. Petugas lapangan sudah direkrut dan dilatih sesuai standar nasional.
"Tadi kita sama-sama saksikan Bapak Gubernur Lampung jadi warga pertama didata Sensus Ekonomi 2026 mulai 15 Juni melalui door-to-door," katanya.
Untuk pendataan door-to-door, BPS Lampung siapkan sekitar 8.619 petugas lapangan nonorganik. Mereka bertugas selama dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sasaran pendataan adalah seluruh pelaku usaha di Lampung tanpa pengecualian. Hal itu penting agar data hasilkan gambaran kondisi ekonomi sebenarnya. (***)

Comments