FST UIN RIL Gelar Pelatihan ISO/IEC 17025:2017 untuk Penguatan Laboratorium dan Layanan Halal
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Pelatihan Pemahaman Sistem Manajemen Laboratorium sesuai ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026, di Ruang Dosen Gedung fakultas setempat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor yang diwakili Wakil Rektor I, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., Rabu (24/6/2026). Dalam sambutannya, Prof. Andi Thahir menegaskan bahwa penguatan laboratorium menjadi bagian dari target pengembangan Badan Layanan Umum (BLU) UIN RIL.
Menurutnya, laboratorium yang memenuhi standar nantinya harus mampu menerima sampel pengujian dari pihak luar. “Ini target BLU, di mana ini harus benar-benar landing. Kita harus bisa menerima sampel dari luar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan laboratorium yang terstandar untuk mendukung rencana pembukaan Fakultas Kedokteran UIN RIL. Laboratorium tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran, tetapi juga sebagai laboratorium riset.
Prof. Andi turut mendorong keterlibatan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dalam proses penguatan laboratorium. Menurutnya, pengembangan laboratorium juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan halal melalui Pusat Kajian Layanan Halal (PKLH) LP2M UIN RIL.
“Kerja-kerja kolaboratif seperti ini akan mempermudah pencapaian target yang ingin kita capai bersama,” katanya.
Ia berharap pelatihan yang dilaksanakan tidak lagi berhenti pada tahap pengenalan standar ISO, melainkan berlanjut pada implementasi dan pengalaman langsung dalam penerapan sistem manajemen laboratorium.
Prof. Andi juga mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan standar mutu yang terus diperbarui. Menurutnya, standar ISO yang dimiliki UIN RIL saat ini telah mengalami pembaruan pada tahun 2025 sehingga seluruh unit harus aktif mengikuti perkembangan tersebut.
Selain penguatan sistem laboratorium, UIN RIL juga mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia laboratorium. Ia menyebutkan kebutuhan sekitar 12 tenaga laboran untuk mendukung operasional laboratorium Fakultas Kedokteran maupun laboratorium di Fakultas Sains dan Teknologi.
“Kita ingin ke depan dapat menerima sampel ketika laboratorium kita sudah memenuhi ISO 17025:2017. Yang harus dituntaskan adalah laboratoriumnya, kemudian (pemenuhan) laborannya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Andi juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas FST berupa pembangunan planetarium. Saat ini teleskop telah tersedia, sementara kubah planetarium masih dalam tahap perencanaan dan direncanakan ditempatkan di lantai empat gedung fakultas.
Sementara itu, Dekan FST Dr. Sovia Mas Ayu, M.A., mengatakan pelatihan ini menjadi penguat bagi institusi, khususnya Fakultas Sains dan Teknologi, dalam upaya pengembangan laboratorium yang nantinya mendukung laboratorium halal UIN RIL.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ir. M. Yusuf, S.T., M.M., CQM., CPS., IPU., ASEAN Eng., Senior Konsultan dan Expert Manajemen Sistem ISO 17025 dari TMI Nusantara.
Berbagai materi yang diberikan meliputi Pengenalan ISO/IEC 17025:2017, Penyusunan Dokumentasi Laboratorium berdasarkan Persyaratan ISO/IEC 17025:2017, Verifikasi dan Validasi Metode Pengujian, Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty Measurement), Manajemen Risiko Laboratorium Pengujian Berbasis ISO 31000:2018 untuk Penerapan ISO/IEC 17025:2017, Jaminan Mutu Hasil Pengujian dalam Penerapan ISO/IEC 17025:2017, serta Good Measurement and Laboratory Practices (GMLP).
Pelatihan ini diikuti peserta yang terdiri atas dosen, laboran, dan auditor halal UIN RIL.
Selain peningkatan pemahaman mengenai persyaratan akreditasi laboratorium, peserta juga memperoleh manfaat berupa peningkatan kompetensi sumber daya manusia laboratorium, penguatan jejaring antara akademisi dan praktisi laboratorium, dukungan terhadap proses akreditasi laboratorium, peningkatan kualitas penelitian dan pengujian, peningkatan kompetensi pengelolaan laboratorium, serta modul pelatihan dan sesi diskusi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat laboratorium halal UIN RIL melalui Pusat Kajian Layanan Halal (PKLH) LP2M UIN RIL.
Saat ini, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN RIL telah memperoleh status Akreditasi Utama. Ruang lingkup pemeriksaan dan/atau pengujian LPH UIN Raden Intan Lampung meliputi verifikasi dan validasi, inspeksi produk dan/atau proses produk halal (PPH), serta pengujian laboratorium apabila diperlukan.
Cakupan layanan tersebut mencakup produk makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, barang gunaan, jasa pengolahan, jasa penyimpanan, jasa pengemasan, jasa pendistribusian, jasa penjualan, hingga jasa penyajian.
Penguatan laboratorium melalui pelatihan ini diharapkan dapat mendukung LPH dan LP3H dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya. Cakupan pemeriksaan dan pengujian yang dimiliki LPH berstatus Akreditasi Utama tersebut dapat menjangkau layanan dalam skala nasional maupun internasional. (***)

Comments