Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Rektor UIN RIL: Jangan Berhenti di Kampus, Turun ke Masyarakat
OTENTIK ( LAMPUNG ) – Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menambah 16 guru besar baru. Pengukuhan dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka di Ballroom UIN RIL, Minggu (26/7/2026).
Namun bagi Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., pengukuhan itu bukan garis finish. Justru sebaliknya.
"Ini momentum bersejarah dan membanggakan. Tapi saya ingatkan, kesuksesan hari ini bukan titik akhir. Masih banyak pengabdian yang menanti," kata Wan Jamaluddin dalam sambutannya.
Ia menegaskan, gelar profesor tidak boleh berhenti di pagar kampus. Guru besar harus punya dampak nyata di tengah masyarakat.
"Kebermaknaan keilmuan akan terasa kalau berdampak. Profesor tidak hanya dibatasi oleh pagar kampus UIN. Harus menjawab kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Jadi Magnet Akademisi Baru
Wan Jamaluddin mencontohkan pengalamannya saat kuliah S3. Ia terinspirasi oleh seorang profesor ahli tasawuf yang karyanya monumental.
Meski tak sempat bertemu langsung karena sang profesor jadi visiting professor di luar negeri, ketokohan itu membuatnya mantap melanjutkan studi di kampus yang sama.
"Itulah kekuatan guru besar. Jadi magnet yang melahirkan akademisi-akademisi baru lewat karya dan kepakarannya," ujarnya.
Ia juga mengutip pesan Sekjen Kemenag RI. Menurutnya, kekuatan sebuah universitas dibangun dari kualitas para profesornya.
Titip ke Pemprov Lampung
Dalam kesempatan itu, Wan Jamaluddin juga "menitipkan" 16 guru besar baru ke Pemerintah Provinsi Lampung.
"Kepakaran yang dimiliki para guru besar ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pembangunan daerah," katanya.
Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial penting agar ilmu para profesor tidak berhenti jadi teori di jurnal.
Target 80 Guru Besar
Wan Jamaluddin mendorong dosen lain yang sudah memenuhi syarat segera mengusulkan diri jadi guru besar. Saat ini jumlah guru besar UIN RIL sudah naik signifikan.
"2 tahun lalu saat asesmen BAN-PT kita baru 39. Sekarang sudah sekitar 58. Target ideal menurut BAN-PT itu 80 orang," ungkapnya.
Ia mengapresiasi Senat dan seluruh unit yang mengawal proses pengusulan hingga lahir 16 profesor baru ini.
"Ini kerja bersama seluruh keluarga besar UIN Raden Intan Lampung," pungkasnya. (***)

Comments