Akses Diblokir

Pendidikan

Lomba Solo Song Semarakkan Unila Art Festival di Dies Natalis ke-61 Unila

Foto: DOK HUMAS UNILA

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Rangkaian Dies Natalis ke-61 Universitas Lampung (Unila) kembali menghadirkan ruang ekspresi dan kreativitas melalui Lomba Solo Song yang digelar di Pelataran Parkir Terpadu Unila, Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung semarak tersebut diikuti sebanyak 20 peserta. Para peserta tampil membawakan lagu wajib daerah Lampung serta lagu pilihan masing-masing, dengan mengedepankan kemampuan vokal, penghayatan, dan penampilan di atas panggung.

Lagu wajib yang dibawakan peserta adalah “Lampung Sai Agung” karya Edy P. Pulampas dan “Tanah Lado” karya Andy Ahmad. Sementara itu, lagu pilihan peserta beragam, di antaranya “Debu-Debu Jalanan” (Imam S. Arifin), “Cinta Sejati” (Bunga Citra Lestari), “Seperti Mati Lampu” (Nassar), “Andai Aku Bisa” (Chrisye), “Bercanda” (Elvi Sukaesih), serta “Penantianku” (Mansyur S.).

Lomba menghadirkan tiga juri yang memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang seni dan musik. Dewan juri terdiri atas Semar Jaya, S.Pd., M.Pd., yang dikenal sebagai song writer dan dipanggil Jay Abank, Sri Sulastuti, S.H., M.Hum., serta Melli Aprina, S.H., M.M.

Sebelum perlombaan dimulai, panitia menyampaikan bahwa penilaian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek kemampuan peserta dalam membawakan lagu. Kehadiran dewan juri diharapkan dapat memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Lomba Solo Song menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-61 Unila Tahun 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi sivitas akademika dan peserta untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni musik. (***)

Comments