Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar, Bandar Lampung Expo 2026 Ditutup Eva Dwiana
OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) – Pesta rakyat Kota Bandar Lampung berakhir. Bandar Lampung Expo 2026 resmi ditutup Wali Kota Eva Dwiana di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat malam (24/7/2026).
Transaksi Naik 29% Dibanding Tahun Lalu
Selama 7 hari, dari 17 hingga 24 Juli 2026, ajang ini membukukan perputaran uang Rp3,1 miliar. Angka itu naik 29% dibanding tahun lalu yang hanya Rp2,4 miliar.
"Kita tutup dengan transaksi sekitar Rp3,1 miliar. Tahun lalu Rp2,4 miliar. Alhamdulillah naik signifikan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin.
UMKM Kuliner Jadi Bintang Expo
Kenaikan itu tak lepas dari gempuran pelaku UMKM. Erwin menyebut, UMKM terutama sektor kuliner jadi penyumbang terbesar transaksi sepanjang expo.
"Kontributor terbesar masih dari UMKM, khususnya kuliner. Itu yang paling diburu pengunjung," ujarnya.
Sepanjang pameran, puluhan stan memadati lokasi. Mulai dari OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, sampai pelaku usaha lokal. Pengunjung disuguhi produk unggulan, layanan publik, hingga hiburan.
Eva: Ini Pesta Rakyat, Terima Kasih Semua Pihak
Eva Dwiana bersyukur seluruh rangkaian HUT ke-342 Kota Bandar Lampung berjalan lancar. Menurutnya, suksesnya expo adalah hasil kerja kolektif.
"Ini pesta rakyat. Terima kasih Forkopimda, Pak Gubernur, panitia, dan wartawan yang mengawal dari awal sampai akhir," kata Eva.
Dorongan Naik Kelas untuk UMKM
Wali kota perempuan itu juga menyoroti peran UMKM. Ia meminta para pelaku usaha terus naik kelas. Sebab Bandar Lampung kini jadi pintu masuk wisatawan dari Sumatra hingga Pulau Jawa.
"UMKM harus terus benahi kualitas produk dan pelayanan. Kalau UMKM hidup, ekonomi daerah bergerak, PAD kita juga naik," tegasnya.
Tagih Kinerja OPD
Di akhir sambutan, Eva menagih kinerja OPD. Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja maksimal agar pembangunan dan pelayanan publik di Bandar Lampung semakin baik.
"Harapannya Bandar Lampung terus berkembang. OPD harus beri pelayanan terbaik untuk masyarakat," pungkasnya. (***)

Comments