UIN RIL Dukung IGIC 2026, Perkuat Peran Masjid untuk Perdamaian dan Pemberdayaan Umat
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menyambut positif penyelenggaraan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan Seminar Nasional, Istighatsah, dan Tabligh Akbar tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan IGIC 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada September mendatang.
Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin, Z., M.Ag., Ph.D., menilai penyelenggaraan IGIC menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta diplomasi perdamaian yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Menurutnya, tema yang diusung dalam Seminar Nasional IGIC 2026, “Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace”, sejalan dengan peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“UIN Raden Intan Lampung menyambut baik penyelenggaraan IGIC 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan para imam, akademisi, ulama, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, pemberdayaan umat, serta penyebaran nilai-nilai perdamaian,” ujar Rektor.
Ia mengatakan, masjid memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan masjid perlu terus diperkuat dalam menghadapi tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
UIN Raden Intan Lampung, lanjutnya, selama ini terus mendorong penguatan moderasi beragama melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, baik dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan kampus. Upaya tersebut diarahkan untuk melahirkan lulusan yang memiliki wawasan keislaman yang moderat, inklusif, serta mampu berkontribusi menjaga persatuan bangsa.
Dalam kegiatan Bridging to IGIC 2026, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat pelaksanaan ibadah.
“Bukan umat yang memberdayakan masjid, tetapi masjid yang memberdayakan umat,” tegas Menteri Agama di hadapan sekitar 20.000 jamaah yang memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Menteri Agama menjelaskan bahwa transformasi fungsi masjid telah mulai berkembang di Indonesia. Salah satunya melalui pemanfaatan sekitar 6.000 masjid sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.
Menurutnya, perluasan fungsi tersebut sejalan dengan teladan Rasulullah SAW, ketika masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.
Ia juga menekankan pentingnya peran imam masjid dalam menggerakkan fungsi sosial masjid sehingga mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat, pemberdayaan umat, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian.
Semangat itulah yang menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Forum internasional tersebut ditargetkan menghadirkan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman pengelolaan masjid, serta memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat global.
“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” ujar Menag.
Sejumlah tokoh yang diharapkan hadir di antaranya Imam Masjidil Haram Syekh Abdurrahman As-Sudais, Grand Syekh Al-Azhar, serta para imam besar dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea, dan berbagai negara lainnya.
Ketua Steering Committee IGIC 2026 Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian Bridging to IGIC menjadi langkah awal menuju konferensi internasional tersebut.
“Kami ingin menghadirkan semangat persatuan melalui masjid. Seminar menjadi ruang bertukar gagasan, sedangkan istighatsah dan tabligh menjadi momentum memperkuat ukhuwah serta doa bersama untuk Indonesia yang damai dan dunia yang harmonis,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dipimpin Menteri Agama bersama ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penguatan persaudaraan umat.
Rektor UIN RIL juga berharap penyelenggaraan IGIC 2026 dapat menghasilkan kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi, masjid, pemerintah, organisasi keagamaan, dan berbagai lembaga internasional dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan karakter umat.
“UIN Raden Intan Lampung siap mendukung berbagai program yang memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban, pengembangan ilmu, pemberdayaan umat, serta diplomasi perdamaian. Kami berharap IGIC 2026 menjadi momentum yang semakin memperkokoh kontribusi Indonesia dalam membangun kehidupan dunia yang damai, harmonis, dan berkeadaban melalui nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tutup Rektor.(***)

Comments