HUT RI ke-81, Kepsek SMPN 17 Bandar Lampung: Perjuangan Kini Dilanjutkan Lewat Pendidikan
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Bagi Kepala SMP Negeri 17 Bandar Lampung Jondri Haryadi, M.Pd.I, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni upacara dan perlombaan tahunan.
Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa saat ini dilanjutkan melalui pendidikan. Tujuannya melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air.
"Para pahlawan telah memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan raga. Hari ini, perjuangan kita adalah membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, dan prestasi. Itulah cara terbaik menghargai jasa para pendahulu," ujar Jondri, Selasa (4/8/2026).
Menurut Jondri, sekolah memiliki tanggung jawab strategis menyiapkan generasi penerus. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta semangat persatuan di tengah keberagaman.
Ia menekankan nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam aktivitas belajar sehari-hari. Tujuannya agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman.
"HUT RI ke-81 harus menjadi refleksi bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang selesai diperjuangkan. Generasi muda memiliki tanggung jawab mengisinya dengan karya, inovasi, dan semangat untuk terus belajar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas," katanya.
Dalam menyambut HUT RI, SMPN 17 Bandar Lampung akan menggelar berbagai kegiatan. Kegiatannya tidak hanya bernuansa kompetisi, tetapi juga sarat nilai edukasi.
Beragam aktivitas itu dirancang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, sportivitas, gotong royong, hingga kecintaan terhadap bangsa dan negara. Perlombaan juga menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk menghargai proses dan bekerja sama.
Jondri meyakini karakter kuat menjadi fondasi utama membentuk generasi emas Indonesia. Sebab, kecerdasan tanpa karakter tidak akan membawa bangsa lebih maju.
"Kita ingin anak-anak memahami bahwa menjaga kemerdekaan hari ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi melalui semangat belajar, kejujuran, disiplin, toleransi, dan prestasi. Mereka adalah calon pemimpin bangsa yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan," jelasnya.
Ia juga mengajak guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik menjadikan semangat Proklamasi sebagai energi untuk berkarya dan berkontribusi positif.
"Jika setiap anak Indonesia memiliki semangat belajar, mencintai bangsanya, dan terus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, tetapi sebuah keniscayaan yang bisa kita wujudkan bersama," pungkas Jondri. !***)

Comments