Akses Diblokir

Pendidikan

UIN RIL dan Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Sinergi di Bidang Pembinaan, Pendidikan, dan Pengabdian

Foto: DOK HUMAS UIN RIL

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung beserta jajaran pimpinan menerima kunjungan dan audiensi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Lampung di Ruang Rapat Rektor Lantai 8, Rabu (12/08/2026). 

Pertemuan membahas penguatan kerja sama, khususnya pemanfaatan pendidikan dan keilmuan multidisipliner dalam pembinaan warga binaan serta penguatan kapasitas petugas pemasyarakatan.

Kakanwil Ditjenpas Lampung M. Hilal mengatakan, kunjungan tersebut selain menjadi ajang silaturahmi juga untuk membuka wawasan dan menjajaki penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi. 

Menurutnya, lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan balai pemasyarakatan selama ini identik dengan tembok. Namun, ia menyebut tembok tersebut sebagai “tembok pemulihan” karena tugas pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pidana, tetapi juga pemulihan hubungan yang mengalami keretakan.

“Orientasinya, sistem pemidanaan di Indonesia mengarah kepada correctional system, artinya pemulihan kesatuan hubungan yang retak atau disorganisasi,” ujar Hilal.

Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan di pemasyarakatan selama ini mencakup program kepribadian dan program kemandirian. Program kepribadian meliputi pembinaan mental, kebangsaan, pendidikan budi pekerti, dan kegiatan lainnya. Sementara program kemandirian diarahkan untuk membangun kepekaan sosial serta menyiapkan warga binaan agar dapat kembali kepada keluarga dan masyarakat setelah bebas. 

Hilal juga menyampaikan ketertarikannya terhadap keilmuan psikologi Islam yang dimiliki UIN RIL. Menurutnya, pemasyarakatan membutuhkan pendekatan multidisipliner, termasuk psikologi, dalam mendukung tugas para pembimbing kemasyarakatan.

Ia menyebut di Lampung terdapat empat Balai Pemasyarakatan (Bapas), dengan tugas pembimbing kemasyarakatan yang memiliki kemiripan dengan pekerja sosial. 

“Ini yang membuat kami harus memiliki multidisipliner ilmu. Kami membutuhkan source course psikologi untuk pembimbing kemasyarakatan,” ujarnya.

Hilal juga menekankan bahwa aspek pembinaan mental perlu diperkuat, bukan hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi petugas pemasyarakatan. Selain pembinaan mental, petugas dituntut memiliki kondisi fisik yang prima dalam menjalankan tugas. 

Ia berharap UIN RIL dapat terlibat dalam pembinaan di lapas dan bapas melalui pendidikan, psikologi, pembinaan mental, hingga program deradikalisasi. 

Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin menegaskan kesiapan UIN RIL untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan Kanwil Ditjenpas Lampung. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam mengubah kehidupan sekaligus membangun peradaban.

Rektor mengatakan penguatan kerja sama tersebut sejalan dengan visi transformasi kelembagaan UIN RIL yang mengembangkan keilmuan Islam secara integratif dan multidisipliner. 

“Kita siap untuk berdialog, berdiskusi, dan kemudian implementasi bersama. Bisa dalam bentuk kuliah umum atau kegiatan-kegiatan yang lain,” ujar Rektor.

Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Rektor menyebut Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN RIL dapat menyelaraskan program dengan prioritas Kementerian Agama, termasuk menyiapkan kegiatan pengabdian seperti KKN serta penelitian di Lapas maupun Bapas.

Kepala Bapas Kotabumi Afan Sulistiono mengatakan kerja sama dengan UIN RIL dalam pembinaan telah berjalan lebih dari lima tahun, khususnya bersama Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) serta Fakultas Psikologi Islam (FPI). Akademisi UIN RIL juga telah terlibat dalam khutbah Jumat dan kajian di lingkungan pemasyarakatan.

Pada September mendatang, pihaknya merencanakan kegiatan pembinaan mental, jasmani, dan psikologi. “Kami ingin ada mahasiswa atau dosen yang bisa membimbing atau melakukan pengabdian di Kotabumi,” kata Afan.

Ia juga menilai modul pembimbingan psikologi penting bagi Bapas, terutama dalam proses pembimbingan dan penyusunan penilaian serta pertimbangan bagi majelis hakim. Selain itu, ia menyebut adanya kebutuhan tenaga ahli dari UIN RIL dalam program deradikalisasi.

Sementara itu, Dekan Fakuktas Psikologi Islam (FPI) Dr. Ahmad Zarkasi menyampaikan bahwa persoalan psikologis di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya dialami anak binaan, tetapi juga guru dan pembinanya. Ia mengatakan FPI selama ini cukup sering melaksanakan kegiatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan praktik kerja lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Sekolah Rakyat turut membutuhkan tenaga psikolog.

Audiensi tersebut turut dihadiri dari Kanwil Ditjenpas Lampung Kakanwil M. Hilal, Kabid Pembinaan Agus Wahono, Kalapas Narkotika Bandar Lampung Jumadi, Kabid Patnal Mahrus, PKP Madya Ngadino, dan Kabapas Kotabumi Afan Sulistiono.

Dari UIN RIL, Rektor didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) Dr. H. Abdul Rahman, Dekan Fakultas Syariah Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Dr. Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., Dekan Fakultas Psikologi Islam Dr. Ahmad Zarkasi, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Prof. Dr. Faizal, Ketua LP2M Dr. Ali Abdul Wakhid, serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama Novrizal Fahmi.(***)

Comments