Bupati Pringsewu: FESPATI Berperan Strategis Membentuk Karakter Generasi Muda
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menilai Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) memiliki peran strategis dalam mengembangkan olahraga tradisional sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Menurut Riyanto yang juga Ketua Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung, panahan tradisional tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter. Di dalamnya terdapat nilai-nilai penting seperti fokus, kesabaran, pengendalian diri, sportivitas, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
“Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh generasi muda saat ini,” kata Riyanto saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 di Balai Keratun Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Telukbetung, Bandarlampung, Selasa (21/7/2026).
Riyanto berharap FESPATI Provinsi Lampung ke depan tidak hanya menjadi wadah bagi para pegiat dan atlet panahan tradisional, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu pusat pembinaan dan prestasi olahraga tradisional di Indonesia.
“Saya berharap ke depan ketika orang berbicara panahan tradisional di Indonesia, Provinsi Lampung tak hanya dikenal sebagai peserta, tetapi menjadi salah satu pusat pembinaan, pusat prestasi, serta contoh bagaimana olahraga tradisional mampu tumbuh berdampingan dengan kemajuan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus FESPATI Provinsi Lampung untuk menjaga amanah organisasi dengan bekerja secara bersama-sama, tanpa sekat, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Menurutnya, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengembangkan FESPATI.
“Prestasi besar tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kuat,” tegasnya.
Riyanto juga mendorong agar FESPATI dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melalui sekolah, pesantren, desa, dan berbagai komunitas.
“Mari kita jadikan FESPATI sebagai organisasi profesional, adaptif dan kolaboratif, serta dapat hadir di sekolah-sekolah, pesantren, desa-desa, dan di tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai gerakan membangun karakter dan memperkuat jati diri bangsa,” ucapnya.
Dengan dukungan Gubernur Lampung, Pengurus Nasional FESPATI, pemerintah kabupaten/kota, serta semangat seluruh jajaran pengurus, Riyanto optimistis FESPATI Provinsi Lampung dapat berkembang menjadi organisasi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang berkarakter dan memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Pelantikan ini bukan akhir sebuah prosesi, tetapi merupakan awal sebuah pengabdian. Semoga FESPATI Provinsi Lampung mampu menjadi organisasi yang semakin maju, profesional dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Riyanto menegaskan, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak berarti harus meninggalkan warisan budaya yang dimiliki.
“Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang meninggalkan
budayanya, tetapi yang mampu menjadikan warisan budayanya tetap hidup dan
relevan sepanjang zaman,” pungkasnya. (***)

Comments