Akses Diblokir

Pendidikan

RISS 2026 Ajak Mahasiswa Internasional Kenal Budaya Lampung hingga Aktivitas Kampus

Foto: DOK HUMAS UIN RIL

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Rangkaian Raden Intan Seasonal School (RISS) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) berlanjut dengan pengalaman lintas budaya dan aktivitas akademik. 

Setelah diperkenalkan dengan seni dan budaya Lampung pada hari pertama, peserta diajak mengenal lebih dekat budaya lokal, kehidupan kampus, hingga mengikuti berbagai aktivitas bersama sivitas akademika.

Pada hari kedua, Kamis (27/8/2026), sebanyak 14 mahasiswa internasional mengikuti agenda Traditional Lampungnese Culture di Lamban Gedung Kuning. Mereka mendapat kesempatan mengenal budaya Lampung melalui cultural talk bersama pemangku adat serta melihat berbagai warisan budaya, seperti terapang atau keris Lampung, payan atau tombak, badik, dan laduk atau candung.

Peserta kemudian mengunjungi sentra Tapis Lampung dan industri keripik untuk mengenal produk serta aktivitas ekonomi berbasis budaya lokal. Pada malam harinya, mahasiswa internasional bergantian memperkenalkan budaya, tradisi, dan warisan dari negara masing-masing melalui sesi berbagi pengalaman.

Memasuki hari ketiga, Jumat (28/8/2026), pusat kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Lt.1 Gedung Academic & Research Center. Melalui agenda Unity in Diversity: Education Fair, peserta berinteraksi dengan sejumlah fakultas dan unit untuk mengenal proses pembelajaran serta aktivitas mahasiswa di UIN RIL.

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), peserta diperkenalkan dengan fakultas dan proses belajar mengajar, sekaligus diajak membuat dan mengenal kopi khas Lampung. Sementara itu, kegiatan bersama bidang psikologi dikemas melalui ice breaking, permainan konsentrasi, serta praktik teknik regulasi emosi dan relaksasi.

Peserta juga mengenal aktivitas di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) melalui UKMF Rumah Film KPI (RFK). Mereka diperkenalkan dengan proses produksi media dan mencoba berbagai peran, seperti sutradara, kameramen, kliper, hingga akting. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan UKMF Rabbani.

Para peserta juga diberikan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) oleh dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui latihan pengucapan Bahasa Indonesia dan sejumlah permainan, seperti menyusun kegiatan sehari-hari dalam Bahasa Indonesia, tebak kata, dan tebak gambar.

Suasana semakin interaktif ketika peserta mengikuti penampilan hadroh Ma’had Al Jami’ah UIN RIL. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga mendapat kesempatan belajar memainkan alat hadroh dan berselawat bersama.

Rangkaian hari ketiga kemudian dilanjutkan dengan internationalisation chit-chat bersama SALI dan tim International Office Ad Hoc serta kompetisi mahasiswa internasional.

Salah satu peserta, Yousof Al-Wahedi, mahasiswa asal Yaman yang saat ini menempuh studi di Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN RIL, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam RISS 2026.

“Senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan RISS 2026. Selain mendapatkan pengalaman baru, saya juga berkesempatan bertemu teman-teman dari berbagai negara, mengenal budaya yang berbeda, dan memperluas wawasan serta relasi. Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya.

Yousof berharap dapat kembali mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. “Saya berharap dapat memperoleh lebih banyak pengalaman, mengenal lebih banyak orang dan budaya. Saya tentu ingin mengikuti kegiatan serupa lagi di lain waktu,” tambahnya.

Pada hari terakhir, Sabtu (29/8/2026), peserta mengikuti agenda Indonesia Heritage and Community Services di Raden Inten Beach.(***)

Comments