Akses Diblokir

Lain Lain

Diduga Tambang Batuan Ilegal di Lematang Beroperasi Masif, Warga Minta Aparat Bertindak

OTENTIK ( LAMPUNG SELATAN ) – Aktivitas pertambangan batuan yang diduga tanpa izin di Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, beroperasi secara masif. Lokasi tersebut berada berdekatan dengan permukiman warga sehingga menimbulkan keresahan.

Informasi yang dihimpun, kegiatan ini telah berlangsung sekitar 1 hingga 2 tahun terakhir. Sempat berhenti beberapa waktu, aktivitas pertambangan belakangan kembali berjalan dan intensitasnya meningkat. Hasil galian disebut dijual bebas.

Pantauan di lapangan, Senin (7/9/2026), terlihat 2 hingga 4 unit alat berat jenis ekskavator beroperasi. Sejumlah dumptruck juga hilir mudik mengangkut material batu keluar dari lokasi. Belum diketahui secara pasti ke mana hasil tambang tersebut dikirim.

Warga Khawatir Dampak Lingkungan

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan aktivitas tersebut.

"Kegiatan itu sudah berlangsung sejak lama dan sempat berhenti beberapa kali. Tapi sekarang aktivitasnya memang benar-benar masif," ujar warga tersebut.

"Kalau pengerukan galiannya sudah dari lama. Sempat beberapa kali berhenti, terus untuk yang sekarang ini baru benar-benar masif. Ya jelas kami khawatir, karena dampaknya langsung kami yang alami," lanjutnya.

Warga berharap pemerintah segera menertibkan kegiatan tersebut. Mereka juga meminta instansi terkait melakukan pengawasan dan penindakan tegas.

Tidak Tercatat Miliki IUP

Berdasarkan penelusuran melalui aplikasi WebGIS http://geoportal.esdm.go.id, lokasi di Desa Lematang tidak tercatat memiliki Izin Usaha Pertambangan atau IUP. 

Selain itu, di lokasi tersebut juga belum ada penetapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan atau WIUP maupun WIUPR yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM.

Data dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menunjukkan bahwa areal tersebut bukan merupakan wilayah pertambangan. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola tambang, perangkat desa setempat, dan instansi terkait lainnya. (***)

Tags: DAERAH

Comments