Akses Diblokir

Pendidikan

Unila Perkuat Ekosistem Riset Mahasiswa Melalui Sosialisasi Lomba Riset

Foto: DOK HUMAS UNILA

OTENTIK ( LAMPUNG ) -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Sosialisasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa pada Kamis, 17 September 2026, di Aula Dekanat Fakultas Pertanian Unila. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan minat dan kemampuan mahasiswa dalam bidang penelitian sekaligus memperkenalkan peluang pendanaan riset bagi mahasiswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya memiliki minat terhadap penelitian, tetapi juga mampu merancang, melaksanakan, mengembangkan, dan mempresentasikan hasil riset secara baik dan sistematis.

Menurutnya, dosen pendamping juga memiliki peran strategis dalam menumbuhkan minat mahasiswa terhadap penelitian. Dosen diharapkan dapat mengarahkan ide dan gagasan mahasiswa serta memberikan pendampingan mulai dari tahap perancangan hingga penyelesaian dan presentasi hasil riset.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan dosen pendamping sehingga lahir karya-karya riset yang berkualitas dan mampu berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Prof. Suripto juga berharap pemaparan materi dan diskusi bersama para narasumber dapat memberikan pengalaman serta wawasan praktis kepada peserta yang dapat diterapkan dalam mempersiapkan proposal maupun melaksanakan penelitian.

Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan pembangunan, termasuk di bidang perkebunan.

Sementara itu, Ketua LPPM Unila, Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.I.P., dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 397 ketua tim peneliti yang merupakan dosen terlibat dalam pendanaan penelitian Unila. Setiap tim diwajibkan melibatkan minimal tiga anggota.

Dengan komposisi tersebut, menurut Ketua LPPM, Unila telah mengakomodasi setidaknya 1.140 dosen untuk mendapatkan fasilitas pendanaan penelitian dari Unila.

“LPPM berikhtiar membangun ekosistem baru bahwa peluang riset yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sejatinya memiliki peluang yang tinggi seperti para dosen,” ujarnya.

Salah satu peluang pendanaan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Lomba Riset Mahasiswa yang dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sebuah badan di bawah Kementerian Keuangan yang mendukung pendanaan riset bagi dosen dan mahasiswa.

Maulana juga menyampaikan, melalui arahan Wakil Rektor Bidang Akademik, kegiatan penelitian mahasiswa ke depan berpeluang dikonversikan nilainya ke dalam mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN), sepanjang memenuhi ketentuan jam kegiatan, yakni melebihi beban 3 SKS KKN atau 3 x 45 jam.

Selain itu, LPPM tengah merancang skema lain yang memungkinkan kegiatan KKN tidak hanya dilaksanakan di desa. Kegiatan KKN ke depan dapat dilakukan melalui aktivitas riset, student mobility, maupun kegiatan lainnya yang secara faktual memberikan dampak kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan sejumlah materi dari narasumber yang berkompeten di bidang riset dan lomba penelitian mahasiswa. Materi pertama disampaikan Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, yang membahas penyusunan call for proposal dan aspek administrasi dalam lomba riset.

Materi kedua disampaikan Komite Tim Penilai Lomba Riset BPDP, Dr. Donald Siahaan, mengenai penyusunan konsep dan teknik call for proposal Lomba Riset Mahasiswa.

Selanjutnya, Dosen Fakultas Teknik Unila sekaligus pendamping finalis Lomba Sawit Nasional 2026, Dr. Ing. Melvi, S.T., M.T., menyampaikan materi mengenai strategi dosen pendamping dalam mendorong minat mahasiswa sekaligus memberikan pendampingan dalam kegiatan riset.

Sesi berikutnya menghadirkan tiga finalis Lomba Riset Sawit Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2025–2026, yakni Maharani Cahyaning Asyura, Dhimas Haryadi, dan M. Ghaza Darmawan, yang ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Unila.

Ketiganya berbagi pengalaman mengenai proses merancang dan menjalankan riset hingga mempresentasikan hasil penelitian, termasuk berbagai tantangan dan pembelajaran yang mereka peroleh selama mengikuti kompetisi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM Unila mendorong mahasiswa untuk semakin aktif mengembangkan budaya riset dan memanfaatkan berbagai peluang pendanaan penelitian. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penelitian yang lebih inklusif dengan melibatkan mahasiswa dan dosen secara berkelanjutan. (***)

Comments