60 Tahun Trans-AD II Hanura: Dari 157 Prajurit Transmigran Jadi Desa Juara
OTENTIK (!PESAWARAN ) – Nama itu Hanura. Singkatan dari Hati Nurani Rakyat. Enam puluh tahun lalu, nama itu lahir dari rahim perjuangan TNI.
Rabu, 17 September 2026. Di halaman GSG Mangliawan, Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran, sejarah 60 tahun Transmigrasi Angkatan Darat (Trans-AD) II diperingati. Bukan sekadar seremonial, tapi napak tilas perjuangan.
Sejarah Hanura tak lepas dari Jenderal Ahmad Yani. Ialah yang menggagas kesejahteraan prajurit lewat transmigrasi. Gagasan itu dieksekusi pada 17 September 1966. Mayjen Alamsyah Ratu Perwiranegara membuka kawasan seluas 600 hektare di Teluk Pandan atas nama pimpinan Angkatan Darat.
Sebanyak 157 kepala keluarga prajurit diberangkatkan. Mereka datang dari Dephan Pusat, berbagai Kodam, hingga veteran pejuang. Tuntas hingga April 1967.
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyebut perjalanan Hanura adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang diwariskan lintas generasi.
"Peringatan hari jadi tidak semata-mata seremonial. Ini kesempatan untuk kembali melihat sejarah sekaligus memperkuat komitmen bersama membangun daerah," kata Antonius mewakili Bupati Nanda Indira.
Sejak diserahkan ke Pemda Lampung akhir 1978, Hanura tumbuh pesat. Dari kawasan transmigran, kini jadi desa mandiri, rukun di tengah keberagaman, dan langganan prestasi nasional.
Kepala Desa Hanura Rio Remota mengatakan tema HUT ke-60 tahun ini sengaja dibuat membumi: "Kami Sejahtera, Kami Bahagia, dan Kami Terus Menjaga Kebersamaan".
"Itu cita-cita para perintis. Jaga kebersamaan di tengah perbedaan," kata Rio.
Perayaan digelar panjang, 6 hingga 19 September 2026. Ada football cup, bulu tangkis, basket, futsal, karnaval, pesta kembang api, hingga festival musik.
Yang paling mengharukan, ada sesi pemberian tali asih untuk istri-istri pejuang Trans-AD. Para perempuan yang dulu ikut membuka hutan bersama suami prajurit mereka.
Acara ditutup dengan potong tumpeng dan penampilan musik warga dari perkumpulan RT. Hadir Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian, Forkopimda, camat, para kades, tokoh adat, hingga masyarakat.
Enam dekade berlalu, warisan 157 prajurit itu masih hidup di Hanura. (***)

Comments