Kolaborasi Negeri-Swasta Jadi Kunci Dongkrak Mutu Pendidikan Lampung
OTENTIK ( BANDAR LAMPUNG ) – Mutu pendidikan Lampung tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja. Sekolah negeri dan swasta harus bergerak bareng, guru harus ditempatkan sesuai keahliannya, dan siswa harus didampingi sampai benar-benar menemukan potensinya.
Pesan itu ditegaskan Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Lampung, Mirwan Pratama, saat pembinaan kepala SMA negeri dan swasta se-Kota Bandar Lampung di Hotel Kurnia Dua, Jumat (23/10/2026).
Menurut Mirwan, pekerjaan rumah pendidikan di Lampung masih banyak. Karena itu, semua pemangku kepentingan harus satu visi, komunikasi dibuka, dan pemikiran positif dibangun bersama.
“Ini bukan cuma PR Disdikbud atau sekolah negeri. Sekolah swasta juga harus terlibat. Kebijakan harus berdampak, bukan sekadar formalitas,” kata Mirwan.
Ia menyoroti soal kompetensi guru. Penempatan guru sesuai bidang keahlian menjadi harga mati. Percuma kegiatan belajar mengajar jalan, kalau materi yang disampaikan tidak sesuai kompetensi pendidiknya.
Sekolah, kata dia, tidak cukup hanya menggugurkan kewajiban mengajar. Siswa butuh materi yang tepat, pendampingan yang memadai, dan ruang untuk mengembangkan akademik serta karakter.
Ketua MKKS SMA Kota Bandar Lampung, Drs. Suharto, http://M.Pd, menyambut pembinaan itu sebagai momentum memperkuat silaturahmi. Kepala SMAN 1 Bandar Lampung yang juga Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung itu menilai komunikasi dua arah adalah kunci.
“Kepala sekolah dapat tambahan wawasan soal program Disdikbud. Tapi di sisi lain, sekolah juga perlu menyampaikan kondisi nyata di lapangan, agar kebijakan yang turun bisa diterapkan sesuai kebutuhan,” ujar Suharto.
Dalam pertemuan itu, para kepala sekolah juga membahas persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA), Asesmen Nasional, hingga persiapan Hari Guru Nasional November mendatang.
Mereka juga mendapat paparan dari lembaga psikologi soal pemetaan minat bakat siswa dan penguatan karakter guru. Pendekatan ini diharapkan membuat sekolah lebih jeli mengenali potensi tiap peserta didik, bukan pukul rata.
“Pelibatan psikolog ini untuk mendorong sekolah berkembang lebih cepat, layanannya lebih baik,” kata Suharto.
Lebih dari sekadar menyamakan program, Suharto menegaskan pesan utama Kabid PSMA adalah membangun sinergi nyata untuk mengantarkan siswa meraih cita-cita.
Sekolah harus menjadi ruang tumbuh. Tempat siswa mengembangkan kemampuan, menemukan potensi, dan menyiapkan masa depan.
“Semakin banyak lulusan SMA Lampung yang tembus PTN atau jalur karier lain, semakin besar peluang kita melahirkan generasi berdaya saing,” tutupnya. (**)

Comments