Revitalisasi Fasilitas Pendidikan, PLN Peduli Turut Cerdaskan Anak Bangsa
OTENTIK
(BANDARLAMPUNG) – PLN Peduli memberikan bantuan
fasilitas pendidikan di Desa Bandar Abung Kabupaten Lampung Utara dan
Perpustakaan Desa di Desa Wiratama Kabupaten Tulang Bawang. Hal itu
dilakukan sebagai bentuk kepedulian PLN
untuk mencerdaskan anak bangsa.
Manager
Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Elok Faiqoh Saptining Ratri menyebutkan
bahwa tahun ini program pendidikan dari PLN Peduli dilaksanakan di dua tempat
yaitu di Desa Bandar Abung Kabupaten Lampung Utara dan Desa Wiratama Kabupaten
Tulang Bawang.
“Bantuan yang
diberikan berupa perbaikan bangunan dan pemenuhan kebutuhan sarana pendukung
lainnya seperti komputer, printer, lemari buku beserta buku tambahan, dan
televisi,” ungkapnya.
Menurutnya,
program ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak sedari usia dini
terutama pada anak-anak di desa yang masih memiliki keterbatasan akses
pendidikan.
Pandoyo,
selaku Kepala Desa Wiratama mengatakan bahwa kondisi perpusatakaan yang ada
saat ini belum mampu membuat anak-anak nyaman untuk membaca buku atau sekedar
bermain.
“Semoga
bantuan dari PLN ini dapat membuat anak-anak lebih nyaman untuk membaca buku.
Rencananya juga akan disajikan berbagai edukasi digital sehingga anak-anak yang
datang tidak hanya untuk membaca buku,” imbuhnya.
Sementara,
Kepala Desa Bandar Abung, Edi Purnomo menuturkan bahwa PLN Peduli memberikan
bantuan yang difokuskan pada pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ)
Annajid yang nantinya menjadi cikal bakal PAUD, sebagai satu-satunya fasilitas
pendidikan usia dini yang ada di desanya itu.
Menurutnya,
upaya yang dilakukan PLN Peduli sangat membantu proses pembelajaran, terlebih
sebentar lagi akan memasuki masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) sebelum
masuk pada tahun ajaran baru bulan Juli nanti.
“Kami sangat
bersyukur PLN Peduli hadir di desa kami mendukung pengembangan pendidikan di
TPQ Annajid. Sesuai data, sekitar 30 anak akan bergabung pada tahun ajaran baru
nanti,” pungkasnya. (ida/rls)
Comments