“Aksi Damai Bela Palestina” Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Agresi militer Zionis Israel yang
membombardir Gaza Palestina pada akhir pekan pertama bulan Agustus 2022, telah
mengakibatkan banyak korban jiwa dan kehacuran dan kerusakan rumah warga Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan 47 orang syahid termasuk 16 orang
anak-anak, dan 4 wanita, juga termasuk dua orang komandan Jihad Islami,
sedangkan 360 lainnya luka-luka.
Selain itu,
agresi ini juga mengakibatkan 100 rumah warga hancur dan lebih dari 1400 rusak.
Zionis mengklaim bahwa serangan ini adalah upaya pencegahan serangan pejuang
Palestina di Gaza ke wilayah pendudukan Zionis Israel.
Sehubungan
dengan hal tersebut Lembaga yang konsern menyuarakan pembelaan terhadap Masjid
Al-Aqsa dan Palestina, Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung menyelenggakan
aksi damai bela palestina yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Fatah
Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan pada Ahad, 14 Agustus 2022. Aksi
damai yang diikuti ribuan kaum muslimin dan muslimat ini dimulai setelah shalat
dzuhur berjamaah, para peserta aksi berjalan dari pelataran Masjid Annubuwwah
menuju Lapangan Gaza Pondok Pesantren Al Fatah yang berjarak sekitar 1
kilometer, sambil meneriakkan yel yel anti Zionis.
Dalam Press Release, Senin (15/8/20220), M.
Waliyulloh selaku Aqsha Working Group (AWG) Biro Lampung mengemukakan bahwa
tujuan utama dari aksi ini adalah sebagai ibadah kepada Allah SWT mengingat
sesama muslim di manapun berada pada hakikatnya adalah bersaudara. Kaum
muslimin terikat dalam ikatan ukhuwwah Islamiyah, bagaikan satu tubuh yang
apabila salah satu bagian tubuh tersakiti maka bagian tubuh yang lain akan
merasakan sakit.
Selain itu
agresi militer Zionis Israel yang membombardir Gaza Palestina adalah bentuk
kejahatan perang yang nyata, karena korban agresi ini mayoritas adalah warga
sipil dan anak-anak yang tidak berdosa.
AWG Biro
Lampung, menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Islam dan ummat Islam
pada umumnya bahwa penderitaan kaum muslimin di suatu tempat atau negeri
merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam
sebab semua kaum muslimin adalah bersaudara (Q.S. Al Hujuraat: 10).
AWG Biro
Lampung menyerukan kepada komunitas Internasional, negara-negara Islam dan kaum
muslimin pada umumnya untuk secara bulat dan utuh menentang segala bentuk
kekerasan dan tindakan provokatif Zionis Israel, karena segala tindakan agresi
telah menciderai rasa kemanusiaan dan hak asasi manusia.
M. Waliyulloh
menegaskan: “Seret Zionis Israel Ke Mahkamah Pidana Internasional” menjadi
slogan dari aksi damai ini, sebab agresi militer ini bukan hanya kejahatan
perang tetapi juga kejahatan kemanusiaan.
Pada aksi
tersebut, salah seorang santri kelas XI (sebelas) Madrasah Aliyah (MA) Pondok
Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung, Rafayfa Chayyira
Maysun membacakan puisi karya Fathurrahman berjudul Kepada Para Pembebas
Al-Aqsa.
Selain itu,
perwakilan peserta bergantian melakukan orasi diantaranya santri Ponpes
Al-Fatah kelas XII (dua belas), Tawakal Qodri, perwakilan peserta dari
Kabupaten Pringsewu, Ilman Afarizi, perwakilan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR)
Lampung, Ghulam Romdoni, dan Mahasiswa Universitas Lampung (UNILA) asal Gaza,
Mohammed Al Shurafa.
Meskipun
diguyur hujan, tidak menjadi penghalang semangat para peserta aksi untuk tetap
menyuarakan kemerdekaan Palestina dengan yel-yel khas Al-Aqsa Haqquna.
Sementara
Pembina Utama AWG yang juga Pembina jaringan Ponpes Al-Fatah Seluruh Indonesia,
Imaam Yakhsyallah Mansur yang turut hadir dalam aksi menekankan tanah Palestina
merupakan hak bangsa Palestina dan Umat Islam, bukan milik zionis yahudi.
(ida/rls)

Comments