Akses Diblokir

Pendidikan

Narasumber Ruangpena.com di MPLS SMAN 1 Tanjungsari: “Jejak Digital Tak Bisa Dihapus

OTENTIK ( LAMSEL ) -- Masuk hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMAN 1 Tanjungsari mengangkat tema yang paling dekat dengan anak zaman sekarang: media sosial.

Sebanyak 216 siswa baru dikumpulkan untuk belajar tentang “Sopan Santun Bermedia Sosial” dan “Jejak Digital”. Tujuannya satu: mencetak generasi yang cerdas tapi tetap beretika di dunia maya.

Dilansir dari media proyeksi.id, Kegiatan ini digelar di SMAN 1 Tanjungsari, Jalan Raya Wonodadi, Dusun IV, Kecamatan Tanjungsari, Kamis (16/7/2026). Sekolah menggandeng Pemimpin Perusahaan Ruangpena.com, Yudi Pratama, sebagai narasumber.

Di hadapan ratusan siswa, Yudi mengingatkan bahwa internet tidak pernah lupa.

“Media sosial bukan cuma tempat buat gabut dan upload story. Ini cerminan karakter kamu. Apa yang kamu posting hari ini bisa jadi bahan penilaian kampus atau HRD di masa depan,” kata Yudi.

Ia mengajak siswa memahami etika berkomunikasi di medsos, mengenali jejak digital, dan bijak saat membagikan informasi.

“Ingat, satu komentar, satu share hoaks, bisa merusak masa depanmu sendiri,” tegasnya.

Sesi diskusi berlangsung hidup. Siswa aktif bertanya dan curhat soal pengalaman mereka di media sosial.

Kiki, salah satu peserta MPLS, mengaku dapat banyak ilmu baru.

“Materinya relate banget. Baru tahu kalau jejak digital itu susah banget dihapus. Sekarang jadi lebih hati-hati komen dan posting biar nggak nyakitin orang,” ujar Kiki.

Selain etika, siswa juga dibekali bahaya hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, dan pentingnya menjaga privasi data pribadi.

Kepala SMAN 1 Tanjungsari, Mei Linawati, S.Pd., M.M., menyebut materi literasi digital wajib masuk MPLS tahun ini.

“Zaman sekarang anak-anak hidup di dua dunia: nyata dan maya. Sekolah harus pastikan mereka punya karakter yang baik di dua-duanya,” kata Mei Linawati.

Ia menegaskan sekolah tidak hanya kejar nilai akademik. “Karakter, moral, dan literasi digital sama pentingnya. Kami ingin siswa kami cerdas, tapi juga santun dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Mei juga mengapresiasi materi dari Ruangpena.com. Ia berharap ini jadi bekal siswa agar kritis menerima informasi dan tidak terjebak di dunia digital.

MPLS di SMAN 1 Tanjungsari tahun ini memang beda. Selain pengenalan lingkungan dan tata tertib, sekolah fokus menanamkan pendidikan karakter lewat literasi digital.

Harapannya jelas: melahirkan lulusan yang berprestasi, beretika, dan melek teknologi tanpa kehilangan nilai sopan santun.

“Jadi pelajar zaman now boleh gaul, tapi harus punya integritas. Baik di dunia nyata maupun dunia maya,” pungkas Mei. (Red)

Comments