Buka PSAP 2026, Rektor Dorong Pascasarjana Ciptakan Ilmu Baru
OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Memasuki pendidikan pascasarjana bukan sekadar melanjutkan jenjang pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kedewasaan berpikir, kedisiplinan ilmiah, dan integritas akademik.
Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., saat memberikan arahan kepada mahasiswa baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3) dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Pascasarjana Mahasiswa Baru (PSAP) tahun akademik 2026/2027 di Lamban Raden Intan, Komplek Pascasarjana UIN RIL, Jumat (11/9/2026).
Rektor menyebut pendidikan pascasarjana sebagai sebuah lompatan intelektual sekaligus spiritual.
“Saudara tidak lagi hanya dituntut untuk memahami pengetahuan yang sudah tersedia, tetapi mulai diarahkan untuk mempertanyakan, menguji, mengembangkan bahkan menghasilkan pengetahuan baru,” kata Prof. Wan.
Karena itu, menurutnya, mahasiswa pascasarjana dituntut memiliki kedewasaan berpikir, kedisiplinan ilmiah, integritas yang tinggi serta tanggung jawab intelektual.
Ia kemudian membagikan pengalamannya ketika menempuh pendidikan pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan studi doktoral di Rusia. Namun, ia mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini menghadapi era yang berbeda. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan sosial, ekonomi global, hingga tantangan lingkungan menghadirkan persoalan baru yang dapat menjadi tantangan intelektual.
“Saya sangat optimis sekali bila saudara-saudara sekalian menjalani ketentuan-ketentuan tadi dengan penuh kesadaran dan integritas yang tinggi, maka saya yakin saudara-saudara sekalian akan lahir menjadi sosok yang lebih baij,” ujarnya.
Menurut Rektor, keberhasilan tidak datang secara instan. Untuk itu, mahasiswa harus menjalani proses akademik dengan sungguh-sungguh.
Ia mendorong mahasiswa mulai membangun kebiasaan menulis sejak hari pertama kuliah.
“Jangan ditunggu di belakang, tapi dicicil sejak hari pertama Anda. Tiada hari tanpa menulis minimal setengah halaman,” pesannya.
Menurutnya, kemampuan menulis juga harus didukung dengan kebiasaan membaca dan memperbanyak literasi. Dari bacaan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan gagasan dan menuangkannya dalam tulisan.
Rektor juga berpesan agar mahasiswa tidak cepat putus asa ketika gagasan atau tulisan mereka belum diterima oleh pembimbing atau tim promotor.
Ia meminta setiap tulisan tetap disimpan dan direnungkan kembali karena gagasan yang belum diterima saat ini bisa saja dikembangkan menjadi ide baru di kemudian hari.
“Jangan sekali-sekali menganggap sepele apa yang sudah dipikirkan, apa yang sudah disusun dan dituangkan dalam tulisan, sekalipun itu tidak diterima oleh tim promotor Anda. Simpan baik-baik, suatu saat buka kembali, renungkan kembali,” katanya.
Selain disiplin akademik, Prof. Wan juga menekankan pentingnya membangun networking. Mahasiswa diminta tidak menutup diri, terlebih di tengah dunia akademik yang semakin terbuka dan global.
“Jangan menutup diri, apalagi dalam dunia yang berubah saat ini. Jangan membatasi diri. Tapi buka diri Anda, hubungkan diri Anda, kalau bisa marketing diri Anda di dunia global,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa usaha akademik dan networking perlu diiringi dengan upaya spiritual.
Menurutnya, manusia harus tetap berusaha, tetapi juga memperbanyak doa karena nasib dan takdir turut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan.
“Konsep kita perbanyak doa. Kita tidak tahu doa yang mana dan dari siapa doa itu diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Rektor berharap mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung memiliki dan menanamkan motto “ber-ISI”, yakni intelektual yang terasah, spiritualitas yang terhubung dengan baik, dan integritas yang teruji.Dengan bekal tersebut, ia berharap mahasiswa Pascasarjana dapat tampil sebagai sosok pelopor yang ikut mempersiapkan Indonesia Emas 2045.(***)

Comments