Akses Diblokir

Pendidikan

Tutup KMD 2026, Rektor UIN RIL: Pramuka Harus Jadi Teladan

Foto: DOK HUMAS UIN RIL

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Racana Raden Imba Kesuma Ratu dan Putri Sinar Alam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) tahun 2026 resmi ditutup, Jumat (11/9). 

Menutup kegiatan tersebut, Rektor sekaligus Kamabigus Gugus Depan Bandar Lampung 09.029 dan 09.030, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D menegaskan bahwa berakhirnya KMD bukan akhir dari proses, melainkan awal tanggung jawab peserta untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh.

Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Kwartir Cabang Kota Bandar Lampung pada 7–12 September 2026 tersebut diikuti 54 peserta. Sebanyak 18 peserta merupakan anggota Pramuka UIN RIL, sedangkan 36 peserta lainnya berasal dari daerah lain di Provinsi Lampung. Mayoritas peserta merupakan guru. 

Dalam sambutan penutupan, Rektor menyampaikan, KMD tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memperoleh ijazah atau legalitas. Lebih dari itu, KMD menjadi proses pembentukan diri untuk menjadi pembina yang mampu membimbing, memberikan keteladanan, serta mengabdikan diri bagi generasi muda.

“Ilmu yang telah diperoleh selama KMD jangan hanya berhenti di dalam buku catatan. Bawa ilmu itu ke gugus depan. Bawa semangat itu kepada peserta didik. Dan yang paling penting, jadilah contoh sebelum meminta orang lain untuk menjadi baik,” pesan Rektor.

Menurutnya, seorang pembina harus mampu menanamkan nilai, membangun karakter, menumbuhkan keberanian, mengajarkan kemandirian, dan menjadi teladan dalam sikap maupun perilaku.

Pesan tersebut, lanjut Rektor, sejalan dengan semangat UIN RIL dalam mendorong lahirnya insan yang ber-ISI, yakni memiliki intelektualitas, spiritualitas, dan integritas.

Ia juga mengingatkan peserta untuk membawa nama baik UIN RIL melalui karya, prestasi, dan pengabdian ketika kembali ke gugus depan masing-masing.

“Jadilah insan Pramuka yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga unggul dalam akhlak dan keteladanan,” ujarnya.

Dalam rangkaian penutupan KMD, Rektor juga melantik 10 mahasiswa UIN RIL sebagai Pramuka Pandega. Kepada para Pandega yang dilantik, Rektor berpesan agar pelantikan tersebut dipandang sebagai awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar.

Menjadi Pandega, menurutnya, menuntut kedewasaan dalam berpikir, keteguhan dalam bersikap, kemandirian dalam bertindak, serta kesediaan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jangan hanya bangga mengenakan seragam Pramuka. Banggalah ketika kehadiran kalian mampu memberikan manfaat. Jangan hanya bangga dengan tanda kecakapan yang tersemat di seragam. Buktikan kecakapan itu melalui karya dan pengabdian,” katanya.

Rektor juga mengajak para peserta untuk menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam kepemimpinan, karakter, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi kepada jajaran pelatih, panitia, pembina, purna racana, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KMD.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di gugus depan dan menjadi bekal dalam membina generasi muda.

“Pramuka bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang siapa yang paling siap memberikan manfaat,” tutupnya.(***)



Comments