Akses Diblokir

Pendidikan

UIN RIL Sampaikan Aspirasi Penguatan Akses Pendidikan ke Anggota DPR RI

Foto: DOK HUMAS UIN RIL

OTENTIK ( BANDARLAMPUNG ) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) berkolaborasi dengan Anggota DPR RI Komisi VIII, Nessy Kalviya, S.T., M.M., menggelar Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) di Pantai Raden Intan Beach, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membahas penguatan pendidikan Islam sekaligus menyampaikan aspirasi terkait perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor, Wakil Rektor II, Dekan FTK, narasumber, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Wan Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Nessy Kalviya. Menurutnya, NGOPI menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan untuk membangun komunikasi mengenai berbagai persoalan dan tantangan pendidikan Islam.Rektor juga memperkenalkan perkembangan UIN RIL sebagai perguruan tinggi yang terus memperkuat kualitas kelembagaan dan memperluas kontribusinya.

Saat ini, UIN RIL telah meraih akreditasi institusi unggul serta memiliki 61 guru besar yang menjadi kekuatan dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi.

Selain penguatan akademik, Rektor turut menyampaikan capaian UIN RIL dalam bidang lingkungan. Kampus ini telah sembilan tahun berturut-turut meraih pengakuan sebagai salah satu perguruan tinggi paling hijau di Indonesia melalui pemeringkatan UI GreenMetric, serta menempati peringkat ke-44 dunia.

UIN RIL juga menjadi salah satu kampus percontohan Kementerian Agama dalam pengembangan ekoteologi dan kampus ramah lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor secara khusus menitipkan aspirasi terkait peningkatan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurutnya, jumlah calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan masih jauh lebih besar dibandingkan kuota yang tersedia.

Rektor menyebutkan, UIN RIL memperoleh kuota KIP Kuliah sebanyak 700 penerima pada tahun sebelumnya dan 450 penerima pada tahun 2026. Sementara itu, jumlah pendaftar yang menginginkan bantuan tersebut masih lebih dari 1.000 orang setiap tahunnya.

“Kami mohon disampaikan kepada pemerintah pusat karena yang mendaftar atau menginginkan untuk mendapatkan kuota KIP Kuliah itu masih di atas 1.000 setiap tahunnya,” ungkap Rektor.

Selain penambahan kuota, Rektor juga berharap Komisi VIII DPR RI dapat menyuarakan peninjauan ulang terhadap kriteria desil penerima KIP Kuliah. Menurutnya, pembatasan penerima pada desil 1 sampai 4 belum sepenuhnya mengakomodasi mahasiswa yang secara ekonomi masih membutuhkan bantuan.

Ia menjelaskan, terdapat mahasiswa yang berada pada desil 5 maupun 6, tetapi berdasarkan kondisi di lapangan tetap memerlukan dukungan pembiayaan pendidikan.

“Kami berharap ada tinjauan ulang terhadap batasan desil penerima KIP Kuliah di perguruan tinggi. Banyak mahasiswa kami yang berada pada desil 5 atau 6, tetapi sesungguhnya juga sangat memerlukan bantuan dan perhatian,” ujarnya.

Rektor menegaskan, UIN RIL terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, baik dari Provinsi Lampung maupun luar daerah. Salah satunya melalui kebijakan biaya pendidikan yang terjangkau, dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terendah sebesar Rp400.000.

Di sisi lain, UIN RIL juga berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rektor turut memaparkan rencana pengembangan akademik UIN RIL ke depan. Setelah memiliki Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi Islam, UIN RIL berencana mengembangkan sejumlah program studi baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Saat ini, UIN RIL mengelola lebih dari 29.000 mahasiswa yang berasal dari Lampung dan berbagai provinsi di Indonesia. Kampus ini juga memiliki puluhan mahasiswa internasional dari sejumlah negara, di antaranya Thailand, Malaysia, Yaman, Filipina, dan Palestina.(***)

Comments