Berita Hangat

Sambut Natal dan Tahun Baru, Pemprov Bersama Bulog Gelar Operasi Pasar

Perum bulog divisi regional (Divre) Lampung siap-siap dengan armadanya akan melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP CBP) tahun 2017.

OTENTIK (BANDARLAMPUNG)–Menyambut perayaan Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, perum bulog divisi regional (Divre) Lampung melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP CBP) tahun 2017. Kegiatan ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan beras dipasar.

Untuk termin pertama OP CBP sebanyak 11,5 ton akan dibagi tiga tempat, yakni Pasar tugu, lapangan Baruna Panjang, dan akan dijual di pemukiman warga.

Kepala Bulog Divre Lampung Muhammad Attar Rizal menuturkan, untuk termin pertama OP CBP sebanyak 11,5 ton akan dibagi tiga tempat, yakni Pasar Tugu, lapangan Baruna Panjang, dan akan dijual di pemukiman warga. OP CBP 2017 akan dilakukan dimulai Selasa (28/11/2017) hingga 31 Desember. Satu truck beras akan didrop di Pasar Tugu, satu mini bus dibawa/diecerkan kelapangan panjang, dan satu pick up akan dijual kepemukiman warga.

Pihaknya bekerjasama dengan beberapa pedagang ditunjuk menjadi mitra dagang beras bulog.Dalam Operasi pasar, beras akan dijual dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yakni Rp8.000 perkilo dengan kualitas beras medium. Harga tersebut lebih rendah dari harga normal HET 9.500 perkilo.

“Kita melakukan intervensi pasar melakui OP CBP melalui Satgas, rumah pangan kita, tokotani, dan pedagang yang mendapat rekomendasi dari dinas perdagangan.Semoga dengan OP bisa menekan harga,” jelasnya.

Dia menambahkan, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sampai dengan saat ini dimanfaatkan untuk tiga kebutuhan yakni pada saat darurat, kerawanan pangan pasca bencana, dan stabilisasi harga.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Ferynia mengatakan, Provinsi Lampung memulai OP CBP tahun 2017, HET ditetapkan sebesar 8000 bulog, Dinas perdagangan, Appsindo untuk beras dipasar dijual dengan HET premium 12.800 perkilo.

"Ya semoga OP ini bisa menekan harga beras dipenghujung tahun, jangan sampai masyarakat yang merayakan natal jadi susah. Selain itu menyambut tahun baru memang kebutuhan beras meningkat jadi jangan ada mafia yang memanfaatkan momentum ini," ungkapnya. (jn/ida)


Comments