Menteri PPPA Beri Dua Penghargaan untuk Pemkab Pesawaran
OTENTIK (PESAWARAN)
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran berhasil menyabet
dua penghargaan dalam kategori Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya dan
penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat pratama dari Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Penghargaan
ini diberikan oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga didampingi Gubernur Lampung
Arinal Djunaidi saat ramah tamah kunjungan kerja dan pemberian penghargaan APE
dan KLA kabupaten kota se - Lampung di Rumah Dinas Gubernur, Jalan dr Susilo,
Bandarlampung (27/11/2021) malam.
Bupati
Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, kedua penghargaan ini akan dijadikan
motivasi agar lebih proaktif dan responsif merespon gangguan terhadap perempuan
dan anak.
Oleh sebab
itu, lanjut Dendi, Pemkab Pesawaran terus berbenah kemudian meningkatkan sarana
dan prasarana terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kabupaten
berjuluk Bumi Andan Jejama ini.
"Kita
akan memprioritaskan fasilitas infrastruktur di Pesawaran yang keberpihakan
terhadap perempuan dan anak. Karena anak adalah penerus yang perlu dijaga
sedini mungkin agar kedepan mampu berdaya saing, berakhlak dan menjaga marwah
Pesawaran lebih baik lagi," tandasnya.
Senada,
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pesawaran,
Binarti Bintang mengatakan, Pemkab Pesawaran telah mendapat predikat madya
sehingga perlu penyesuaian dalam upaya mencapai indikator yang sudah
ditentukan.
Ia menyatakan, akan meningkatkan infrastruktur
seperti, rambu penyeberangan di sekolah, petugasnya, hingga Puskemas ramah
anak.
"Kalau orang tuanya berobat, anakknya
bisa bermain ditempat bermain yang telah disediakan Puskesmas tersebut,"
kata Binarti.
Soal program
Masjid Ramah Anak, lanjut Binarti, akan terus memberikan pengertian terhadap
pengurus masjid agar tidak diskriminasi terhadap anak. Karena kodrat anak
adalah tidak bisa tenang.
"Masjid
bisa memberikan ruang khusus kepada anak sehingga tidak mengganggu orang dewasa
yang melaksanakan ibadah," kata dia.
Selain itu,
akan berupaya mencari Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap pihak -
pihak yang dapat memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan fasilitas seperti
ruang bermain, buku - buku edukatif dan religius. (*/ida)


Comments