Dirjen Keuangan Daerah Sebut, Realisasi Anggaran Seperti Penyakit Komplikasi
OTENTIK
(SURABAYA) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta
Pemerintah Daerah (pemda) segera melakukan akselerasi realisasi anggaran
pendapatan maupun belanja daerah. Hal itu dilakukan agar program yang telah
direncanakan segera dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Penjelasan
tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda)
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni saat menjadi pembicara kunci
dalam acara Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota
Seluruh Indonesia (ASDEKSI) bertajuk "Penguatan Kinerja Keuangan Pada
Sekretariat DPRD tang Selaras Dengan Sistem Kerja DPRD", di Hotel Vasa,
Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/6/2022).
Fatoni
memberikan gambaran, "Realisasi anggaran itu seperti komplikasi penyakit,
kalau realisasinya macet semuanya berantakan, semuanya bermasalah. Contohnya
penggunaan produk dalam negeri ya macet, wong realisasinya macet gimana mau
digunakan. Kalau realisasi anggaran macet, uang Pemerintah Daerah di Bank juga menumpuk,”
jelasnya.
Selain itu,
dengan rendahnya realisasi anggaran, menyebabkan program pemulihan ekonomi
tidak berjalan. Pelayanan juga bisa terhambat dan pembangunan juga tidak
bergerak.
"Penyelesaian
masalah itu, intinya cuma satu, yakni percepatan realisasi anggaran,"
katanya.
Selanjutnya,
Fatoni mengatakan, APBD merupakan salah satu harapan untuk dapat mendorong
percepatan pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Belanja APBD juga dapat
memberikan stimulus pihak swasta yang keuangannya tengah mengalami kontraksi
akibat pandemi Covid-19.
Selain itu,
Fatoni menegaskan, uang kas pemerintah daerah (pemda) yang disimpan di bank
bukan sebuah kesengajaan untuk mencari bunga dan mendapatkan keuntungan.
Kondisi tersebut disebabkan belum digunakannya dana daerah oleh pemda, atau
realisasinya masih rendah.
"Pemerintah
Daerah harus memastikan, agar manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat,
bukan hanya berlomba-lomba dalam mencapai angka target di atas kertas. Namun
semua layanan bisa dinikmati oleh masyarakat, dan layanan umum lebih efektif,
efisien, adil, transparan dan akuntabel, serta memperhatikan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan," tuturnya.
Lebih lanjut,
Fatoni mengatakan, Kemendagri melakukan monitoring dan evaluasi ihwal realisasi
APBD setiap minggunya, untuk mendorong percepatan realisasi APBD. Tim
Kemendagri baik dari Ditjen Bina Keuangan Daerah, Inspektorat Jenderal (Itjen)
dan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri diterjunkan kedaerah untuk
memantau percepatan realisasi bersama dengan Kementerian Keuangan.
Salain itu,
bagi daerah dengan realisasi APBD tertinggi, baik realisasi pendapatan,
realisasi belanja, maupun realisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
tertinggi diberikan penghargaan.
"Perlu
dikejar realisasi anggaran,. Kemendagri bersama sama dengan Kementerian
Keuangan direncanakan akan mengumumkan setiap bulan realisasi anggaran yang ada
didaerah. Kemudian seperti yang sudah kita lakukan pada tanggal 2 Juni lalu,
Kemendagri akan memberikan penghargaan kepada daerah yang realisasinya tinggi,”
pungkasnya. (herman IT)


Comments