Gubernur Arinal Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi
menerima kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dalam rangka
Reses Masa Sidang V tahun 2021-2022, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Rabu
(13/6/2022).
Kunjungan
Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dipimpin langsung oleh Ketua Komisi
IV DPR RI Sudin.
Hadir
mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut diantaranya Forkopimda Provinsi
Lampung, dan sejumlah pejabat di
lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Pada
kesempatan tersebut Gubernur Arinal Djunaidi mengucapkan selamat datang dan
menyambut baik kunjungan kerja dari Komite IV DPD RI ke Provinsi Lampung.
"Selamat
datang sekaligus ucapan terimakasih kami atas kerjasama dan dukungan pimpinan
dan seluruh anggota Komisi IV DPR RI yang telah terjalin selama ini dalam
penyelenggraan pembangunan di Provinsi Lampung," ujar Gubernur Arinal.
Dalam
sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan review atas penyelenggaraan
pembangunan daerah. Hingga triwulan pertama tahun 2022 kita masih dihadapkan pada
tantangan dalam penanggulangan Covid-19. Berbagai upaya yang terus dilakukan,
bersinergi dengan Kebijakan Pemerintah Pusat serta mobilisasi langkah dan
dukungan seluruh komponen masyarakat Lampung. Upaya ini menunjukkan
keberhasilan. Saat ini seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung merupakan
zona dengan resiko rendah dan tidak ada tambahan kasus baru yang terkonfirmasi.
"Di sisi
lain, kinerja pembangunan ekonomi daerah juga tetap baik meskipun di tahun 2021
pandemi Covid 19 masih terjadi. Hal ini ditandai dengan indikator pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus
semakin membaik sepanjang tahun 2021. Sehingga ekonomi Lampung diharapkan
tumbuh mencapai 4% ditahun 2022," jelasnya.
Kinerja
pertumbuhan ekonomi Lampung kedepan, lanjutnya, diprediksi akan semakin membaik
dengan didorong oleh beberapa faktor, antara lain Pertama, kinerja sektor
pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang di proyeksi terus tumbuh positif
tentunya dengan dukungan kinerja program-program pembangunan di bidang
pertanian. Salah satu program pendukung utamanya adalah e-KPB. Program ini
diinisiasi untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan petani di lapangan yang
belum mampu dipenuhi oleh proram Kartu Tani Kementerian Pertanian.
Kedua,
semakin membaiknya sisi konsumsi masyarakat sejalan dengan meningkatnya
mobilisasi sumberdaya ekonomi, pergerakan masyarakat serta aktifitas dan
transaksi ekonomi sejalan dengan semakin rendahnya resiko pandemi covid-19.
Ketiga,
meningkatnya produksi dan kinerja sektor industri (Hilirisasi sumber daya
alam) maupun ekonomi kerakyatan (UMKM)
serta peningkatan nilai ekspor Luar Negeri Provinsi Lampung.
Poin penting
dari capaian pembangunan ekonomi tersebut adalah turunnya tingkat kemiksinan
atau presentase penduduk miskin di Provinsi Lampung. Peringkat Provinsi Lampung
terhadap angka kemiskinan dalam riliis BPS terakhir naik 2 level, dari urutan
12 menjadi 14 ( persentase penduduk miskin 11,67%). Angka ini lebih tinggi dari
Provinsi Sumatera Selatan yang berada di
peringkat 11, dan Provinsi lain seperti Bengkulu, Provinsi Aceh, bahkan
Jogja.
"Sejalan
dengan menurunnya tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran juga semakin
berkurang. Kalau kita cermati capaian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun
2021 Lampung mencapai 4,69 persen jauh lebih baik dari pada capaian rata-rata
Nasional yang mencapai 6,49%," ungkap Gubernur.
Keberhasilan
capaian indikator makro pembangunan tersebut, lanjut Arinal, didukung oleh
pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas serta dukungan terhadap
pelayanan infrastruktur dasar yang meliputi penyediaan air bersih, sanitasi,
pengurangan kawasan kumuh guna mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di
Provinsi Lampung.
Gubernur
Arinal menuturkan bahwa keberhasilan Lampung menjaga momentum pertumbuhan
ekonomi di tengah lesunya perekonomian global akibat dampak Covid-19, utamanya
dikarenakan Provinsi Lampung memiliki sumberdaya pertanian yang menjadi sektor
basis dalam pembangunan ekonomi. Lampung dikaruniai lahan yang subur sehingga
menjadi salah satu Lumbung Pangan Nasional.
Lampung
merupakan daerah penghasil utama
komoditas pangan, hortikultura serta perkebunan seperti: Komoditas Ubi
Kayu (Peringkat ke-1 Nasional); Padi (Peringkat ke-6 Nasional); Jagung; Pisang;
Nanas; Tebu; Kopi; Lada; Kakao; karet dan sebagainya.
Dari 33
agenda kerja gubernur Lampung untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya, terdapat
tujuh agenda kerja untuk sektor pertanian yakni kartu petani berjaya, beasiswa
mahasiswa pertanian, mencegah dan memberantas peredaran pupuk palsu,
revitalisasi lada, meningkatkan daya saing kopi, kakao dan komoditas unggulan
lainnya, nelayan berjaya dan Lampung sebagai pusat inkubasi tanaman nusantara.
Guna
mengoptimalkan potensi sumberdaya pertanian yang dimiliki maka beberapa
prioritas rencana pembangunan pertanian antara lain pengembangan kawasan sentra
usaha pangan dan hortikultura berbasis korporasi; lengembangan kawasan
peternakan berbasis korporasi; revitalisasi tambak kawasan sentra produksi
udang; lembangunan budidaya ikan air tawar; dan Program Kartu Petani Berjaya
(KPB).
Sementara
itu, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menjelaskan bahwa kunjungan Komisi IV DPR RI
ke Provinsi Lampung dalam rangka berdialog dan berdiskusi bersama terkait
Kawasan konservasi, permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan lainnya.
"Dan
berdasarkan pandangan kami, masih banyak lahan-lahan tidur di Provinsi Lampung
yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, dan
lain-lain," jelas Sudin.
Sudin
mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada Provinsi Lampung
sebagai penyangga pangan Nasional. Bukan hanya dari sisi pertanian, tetapi juga
perkebunan, peternakan, perikanan, juga termasuk kehutanan.
"Tadi
saya juga mengatakan jangan Pemerintah Pusat jangan memerintah Provinsi Lampung
untuk menjaga hutan lindung, sementara uang operasionalnya tidak disiapkan.
Saya juga meminta merevisi UU yang dapat membantu keuangan guna mengawasi hutan
lindung," terangnya.
Untuk
mendukung Lampung sebagai penyangga pangan Nasional, Sudin berharap agar semua
pihak wajib bekerjasama dalam meningkatkan produksi pangan.
Terkait PMK,
Sudin mengungkapkan bahwa PMK di Lampung sisanya hanya sedikit, dan dirinya
sudah meminta agar segera mengirimkan vaksin PMK. "Pertama sudah dikirim
vaksin 37 ribu dosis, dan hari ini sebanyak 50 ribu dosis vaksin. Sedangkan
untuk dana PMK sudah ditandatangani sekitar 4,7 T, insyaallah minggu depan
cair, berarti bisa untuk menambah vaksin lagi. Tidak hanya vaksin, tetapi juga
obat-obatan, vitamin, dan disinfektan," ujar Sudin. (ida/adpim)
Comments