Sokong Ketahanan Pangan, PLN Perkuat Electrifying Agriculture di Sumatera Bagian Selatan
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Dalam press release, Jumat (5/8/2022), PT PLN (Persero) terus
berkontribusi mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying
Agriculture. Lewat program ini, PLN membangun sistem kelistrikan, termasuk di
dalamnya adalah penggantian alat pertanian berbasis BBM ke listrik, serta
integrasi jalur distribusi.
Menteri Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan demi mendukung ketahanan
pangan nasional, BUMN akan mendorong ekosistem pertanian, menyokong permodalan
serta membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar proses distribusi
pangan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi di
daerah-daerah.
"Proyek
jalan tol yang sedang pemerintah bangun menjadi pendorong ekosistem baru,
sehingga Lampung bisa menjadi penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi
lebih tinggi dari provinsi lain. Khususnya sebagai penyangga Jawa,” jelas Erick
dalam Seminar Nasional Jilid 4: Membangun Aglomerasi Sumatera Bagian Selatan
yang digelar Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (MASPRO), Jumat
(05/08).
Erick
mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki Sumatera Bagian Selatan masih sangat
besar. Terutama setelah dibangun jalan tol yang menghubungkannya dengan
daerah-daerah sekitar. Ia berharap kondisi ini bisa segera dimaksimalkan. Sebab
pembangunan infrastruktur jalan tol dari Lampung ke Sumatera Selatan, telah
meningkatkan traffic Sumatera-Jawa sekitar 40 persen. Pertumbuhan angkutan
logistik bahkan hingga 140 persen.
"Ini
captive market, jika dari 20 juta kendaraan tersebut sekitar 1 persennya
tinggal di Bakauheni sehari dua hari, maka akan mendorong lahan pekerjaan
baru,” ucap Erick.
Pada
kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan siap
mendukung Sumatera Bagian Selatan sebagai episentrum ekonomi yang baru. Tak
hanya menyediakan pasokan listrik yang andal, PLN juga bersinergi dengan BUMN
lainnya berkomitmen menyediakan sistem pertanian yang modern, murah dan ramah
lingkungan.
PLN telah
merancang sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan rencana pembangunan tol
demi mendukung sektor pertanian di Sumatera.
“Untuk
penguatan sistem kelistrikan, sedang dibangun juga transmisi 275 kV dari Aceh
sampai ke Lampung. Kemudian dari jalan tol itu dibangun exit-exit, yang kami
melihat di situlah ada penambahan pelanggan PLN yang baru. Di dalamnya ada
pertanian, perkebunan, ada tambak dan lain-lain," jelas Darmawan.
Dengan
program Electrifying Agriculture PLN siap menyokong Sumatera Bagian Selatan
sebagai kawasan aglomerasi terintegrasi untuk pangan dan pembangunan di seluruh
Sumatera.
Program ini
akan mendorong sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern dengan mengganti
alat-alat mesin pertanian (alsintan) berbahan bakar fosil yang mahal dan
merusak lingkungan ke alsintan berbasis listrik yang murah dan ramah
lingkungan.
"Kalau
ada penggilingan padi beli solar 1 liter harganya Rp 16 ribu, itu setara dengan
1,2 kWh listrik yang harganya hanya Rp 1.800. Jadi kalau pindah dari BBM solar
ke listrik mengurangi biaya sekitar 80 persen. Untuk itulah kami melakukan
Electriying Agriculture dalam mendukung ketahanan pangan," jelas Darmawan.
PLN
berkomitmen memperluas program ini di daerah-daerah seluruh Indonesia. Khusus
di Sumatera Bagian Selatan, tercatat 12.482 pelanggan Electrifying
Agriculture yang sudah menggunakan
listrik dalam meningkatkan produktivitasnya. Total kebutuhan listrik dari para
pelanggan ini mencapai 381 megavolt ampere (MVA) hingga Juni 2022.
Tak berhenti
di situ, Darmawan menjelaskan, PLN juga telah memetakan potensi program
Electrifying Agriculture yaitu di perkebunan sawit, peternakan ayam, tambak
udang, pengolahan tebu, pabrik tapioka, hingga pompa sumur untuk pengairan.
"Kami
sudah hitung total kebutuhan listrik calon pelanggan untuk Electrifying
Agriculture ini sekitar 6,2 MVA," jelas Darmawan.
Dia
memastikan PLN siap mengamankan seluruh kebutuhan listrik pelanggan karena saat
ini cadangan daya listrik di Sumbagsel melimpah. PLN mencatat daya mampu di
sistem kelistrikan Sumbagsel mencapai 5.283 megawatt (MW) dengan beban puncak
4.001 MW, sehingga ada cadangan daya 1.282 MW.
“Kami berharap dukungan ini bisa menyokong
ketahanan pangan nasional, serta membawa kesejahteraan bagi para petani,"
tutupnya. (ida/rls)


Comments