Berita Hangat

Pemkab Lampung Barat Gelar Festival Kopi 2018

OTENTIK (LAMBAR)–Sebagai salah satu upaya mempromosikan kopi robusta Lampung kepada masyarakat nusantara dan internasional, Pemkab Lampung Barat menggelar Festival Kopi 2018, di Kampung Kopi di Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam yang dijadwalkan selama tiga hari, Sabtu-Senin (21-23/7).

Even yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (jokowi) tersebut, juga bertujuan menghadirkan berbagai varian single origin dari seluruh Indonesia yang akan diwakili oleh petani/ pekebun dari masing-masing daerah, meningkatkan pengetahuan tentang kopi serta industrinya serta meningkatkan partisipasi Masyarakat khususnya pada generasi muda agar bangga dan mencintai kopi Indonesia.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Tri Umaryani, S.P, M.Si., mengatakan,  rangkaian acara dalam Festival Kopi pertama yang diselenggarakan Pemkab Lambar tersebut antara lain,   seminar, round table, bazar kopi, pasar rakyat, launching kampung kopi,  panen raya, barista competition, lomba photography, lomba lukis ampas kopi  dan klinik kopi. 

”Kami terus melakukan berbagai persiapan termasuk terus melakukan komunikasi dengan Kementrian Pertanian untuk bisa menghadirkan bapak presiden dalam acara tersebut. Termasuk Kementrian Luar Negeri juga sudah disurati, yang diharapkan bisa hadir dalam festival kopi tersebut,” ungkap Tri Umaryani di ruang kerjanya Selasa (26/6).

Dijelaskannya, indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar ke empat dunia. Sementara itu Provinsi Lampung adalah sentra penghasil kopi robusta di Indonesia dengan produksi mencapai 91 ribu ton lebih. Produksi kopi robusta Lampung terkonsentrasi di 5 kabupaten yaitu kabupaten Lampung Barat, Kabupaten tanggamus, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Pringsewu.

”Sebagai kabupaten penghasil kopi robusta tersebar di Provinsi Lampung, luas areal perkebunan kopi Lampung Barat seluas 53.976 Ha dengan produksi mencapai 57.664 Ton. Kopi Robusta Lampung Barat telah memiliki sertifikasi indikasi geografis dari Ditjen HAKI Kemenkumham pada tanggal 13 Mei 2014 dengan nama ‘Kopi Robusta Lampung’ bersama dengan Kabupaten Way Kanan dan Tanggamus,” terangnya.

Lanjut dia, geliat dunia perkopian di tanah air yang akhir- akhir ini berkembang sangat pesat membawa semangat tersendiri bagi petani kopi di Indonesia. Sebagai penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia maka peluang ini menjadi tantangan sendiri bagi provinsi Lampung dalam mengangkat citra kopi robusta Lampung dikancah nasional dan internasional.

”Kegiatan Festival Kopi Lampung Barat diharapkan dapat menjadi suatu branding strategy dalam mengangkat citra kopi robusta Lampung,” timpalnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, untuk rangkaian-rangkaian acara seperti Seminar, di tengah tengah industri kopi yang terus bergeliat masih banyak tantangan yang dihadapi dan juga peluang bagi pelaku usaha kopi baik petani maupun pengusaha. Untuk itu Seminar dengan Tema ‘Tantangan dan peluang dalam pengembangan kopi robusta’ akan mampu menjawab tantangan dan peluang dalam mengembangkan kopi robusta kedepan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

”Kemudian Bazar Kopi, pameran ini melibatkan seluruh pengusaha, petani, daerah penghasil kopi se indonesia serta stakeholder kopi lainnya yang akan menampilkan produk kopi, kreasi kopi dalam berbagai jenis olahan dan turunan serta produk mesin dan perlengkapannya,” papar Tri Umaryani.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menggelar pasar rakyat, dengan agenda kegiatan sebagai berikut - Pasar Rakyat - Gelar Jajanan Jadul - Layar Tancap - Wahana Permainan Anak - Lampion Terbang. Dan Tidak kalah pentingnya, momen bersejarah Launching Kampung Kopi (coffee land rigis jaya ) Sektor pariwisata yang merupakan sektor yang potensial untuk dikembangankan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

”Program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan pendapatan asli daerah, agro wisata kampung kopi bertujuan sebagai upaya perlindungan sumber daya dan ekosistem perkebunan kopi, melestarikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal mendorong kewirausahaan masyarakat setempat, meningkatkan pemasaran produk kopi serta menghadirkan berbagai fungsi pengembangan manusia, kelembagaan dan material,” kata dia lagi.

Selain itu, juga digelar Panen Raya Lampung Barat terkenal sebagai penghasil kopi terbesar khususnya Robusta . Harapannya dengan adanya Panen Raya Robusta Lampung Barat bisa secara langsung mengajak Wisatawan untuk terjun langsung memetik hasil panen kopi masyarakat di kebun kopi. Memberikan pengalaman yang berbeda kepada tamu dan wisatawan yang berkunjung sekaligus memperkenalkan kebudayaan.

”Selain itu untuk memotivasi peningkatan inovasi kopi Lambar, juga digelar barista competition - lomba uji cita rasa kopi Akan diadakan lomba Uji Cita Rasa Kopi khususnya Robusta Lampung Barat dengan mengajak Barista-Barista yang ada di Indonesia. Kemudian lomba lukis ampas kopi Sebuah karya seni yang menggunakan bahan limbah ampas kopi dimana lampung barat adalah salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan adanya lomba ini diharapkan khususnya pada anak muda di lampung dapat mengembangkan potensi yang dimiliki,” pungkasnya. (pho/ptr)


Comments