Pemprov Lampung Gelar Penilaian Lomba Pondok Pesantren Tahun 2022
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat
Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Ria Andari, mewakili Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, membuka acara sosialisasi
Penilaian Lomba Pondok Pesantren Provinsi Lampung Tahun 2022, bertempat di
Gedung Pusiban, Senin (29/08/2022).
Hadir dalam
Acara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Bagian
Kesra Kota dan Kabupaten se Provinsi Lampung, Kepala Kantor Kementerian Agama
Kota Bandar Lampung, dan Perwakilan Pondok Pesantren Kabupaten/Kota.
Dalam
sambutan Gubernur yang dibacakan Kepala Biro Kesra, dijelaskan bahwa kegiatan
ini merupakan kegiatan ditahun kedua yang terselenggara dalam rangka memajukan
pesantren, kegiatan ini dilakukan oleh Pemprov Lampung guna merealisasikan
janji kerja Gubernur bersama Wakil Gubernur yaitu 'Lampung Mengaji'
Untuk saat
ini bagian pendidikan yang diminati oleh masyarakat luas salah satunya adalah
pondok pesantren, khususnya yang beragama Islam maka mereka akan ada 60%
memilih pondok pesantren, sisa nya memilih pendidikan umum.
Tanggung
jawab sebagai pemimpin pondok pesantren diantaranya memperhatikan fasilitas
yang ada di pondok pesantren, kesehatan juga lingkungan nya harus terawat. Hal
tersebut menjadi poin penting dalam penilaian lomba kali ini. Sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, Undang-Undang tentang
Pesantren mengatur mengenai penyelenggaraan fungsi pendidikan, fungsi
dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.
Harapan dari
pak Gubernur sendiri ialah bagaimana pondok pesantren menerapkan Pola Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS). Pola perilaku, pola hidup bersih dan sehat menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari Pondok Pesantren itu tersendiri.
Ke depan
pondok pesantren bisa dinilai dari segi pembelajaran yang berkualitas, dari
segi kesehatannya yang bagus, serta membuat nyaman bagi para santri yang
tinggal di pondok tersebut.
Ria Andari,
juga menyampaikan pesan Gubernur Lampung untuk melakukan kerja sama antar
pondok pesantren dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota guna mensukseskan
lomba yang akan diselenggarakan.
"Saya
menekankan bukan lomba yang menjadi utama, tapi esensi setelah lombanya mulai
dari persiapan hingga pelaksanaan hingga akhir dari masing-masing pondok
pesantren dan menjadikan atau menerapkan PHBS itu lah yang menjadi poin
penting," tambah Karo Kesra. (ida/kominfotik)

Comments