GMNI Diskusi bersama Ketua DPRD Lampung dalam Rangka Menolak Kenaikan Harga BBM
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI) lakukan diskusi bersama Ketua DPRD Lampung dalam rangka menolak kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM) yang dianggap tidak mempertimbangkan faktor
ekonomi masyarakat kecil. Rabu (07/09)
Ketua GMNI
Bandar Lampung Ichwan Aulia menerangkan kegiatan audiensi ini merupakan
keputusan seluruh komisariat se Bandar Lampung untuk menyampaikan aspirasi
tidak melalui unjuk rasa tetapi dengan membangun komunikasi dan diskusi kepada
Ketua DPRD Lampung.
" Kami
menyampaikan penolakan, isu-isu kenaikan BBM, baik itu hari ini atau nanti
kedepannya. GMNI selaku mahasiswa akan terus mengawal kebijakan pemerintah,
yang sangat jauh dengan kepentingan rakyat" tegasnya.
Iwan juga
menyampaikan sejumlah point diskusi yang dilakukan bersama Ketua DPRD Lampung
dalam rangka Bersama-sama berdiri dan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat
saat ini.
“ 1. mendesak
presiden RI menurunkan harga BBM , 2. mendesak pemerintah daerah untuk
memberantas mafia BBM bersubsidi secara menyeluruh, tuntas dan maksimal, 3.
mendesak presiden RI untuk mengevaluasi BPH Migas, 4. mendesak presiden RI
untuk transparansi alokasi subsidi BBM sejelas-jelas nya “ Pungkas Iwan
Menanggapi
hal tersebut, Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay SH., MH mengungkapkan kenaikan
BBM disebabkan kecurangan terhadap penggunaan BBM yang tidak tepat sasaran dan
semakin besarnya subsidi yang dikeluarkan negara terhadap BBM sehingga pilihan
terakhir dan dengan sangat terpaksa mengambil keputusan menaikan harga BBM
untuk mempertimbangkan kemampuan negara dalam menopong subsidi tersebut.
“ Keputusan
ini domainnya di pemerintah pusat,kita hanya menjadi fasilitator untuk rakyat
dan pelaksana putusan dari pusat, secara fungsi kelembagaan kita akan serap
keluhan dan masukan dari masyarakat dan segera kita tindaklanjuti sesuai dengan
mekanisme yang ada “ Ujar Mingrum
Ia juga
menegaskan akan membantu secara kongkrit untuk masyarakat dengan melakukan
komunikasi lintas sektoral terkait penegakan hukum secara cepat,tepat dan tegas
bagi oknum yang dengan sengaja melakukan penimbunan, menaikan harga eceran
semaunya ,serta penggunaan BBM Subsidi yang tidak semestinya digunakan.
“ kemarin
dalam agenda yang dihadiri Forkopimda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) ada beberapa langkah yang akan kita lakukan dalam waktu dekat untuk
mengantisipasi dampak dari kenaikan BBM salah satunya inflasi dan kenaikan bahan
baku,kita sudah ada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (Juknis)
tinggal tahap ekskusi saja “ Lanjut Mingrum
Ia juga
meminta kepada sejumlah dinas terkait untuk melakukan pendaataan ulang bagi
penerima bantuan dampak kenaikan BBM agar tepat sasaran serta bantuan lainnya
yang bersumber dari pemerintah.
“ saya
ingatkan sekali lagi jika ada potensi penyalahgunaan program bantuan yang tidak
tepat sasaran,saya minta semua pihak untuk lapor baik melalui surat atau datang
langsung,saya pastikan akan ditindak lanjuti “ tutup Mingrum. (ida/rls)

Comments