Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Dorong Wartawan Berperan Aktif dalam Pembangunan
OTENTIK (BANDARLAMPUNG) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi
yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar
Jationo, memberikan Sambutan pada Acara Diskusi Publik Dengan Tema "Macet
Jalan Lintas Barat Apa Solusi nya?", bertempat di Balai Wartawan H. Solfian
Akhmad/PWI Lampung, Kamis (6/10/2022).
Hadir dalam
Acara Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona K,S.T., MTr., I.P, Bupati Tanggamus Dewi
Handajani, S.E., M.M, PJ. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, S.E., M.M, Komisi IV
DPRD Provinsi Lampung, Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah, S.P, Kepala
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bidang
Bappeda.
Kepala Dinas
Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, yang membacakan
sambutan tertulis Gubernur Lampung,
menyampaikan bahwa Pemprov Lampung menyambut baik terselenggaranya acara
Diskusi Publik pada hari ini sebagai ajang silaturahmi yang bersifat ilmiah
antar berbagai pemangku kepentingan, antara Pemerintah dengan
Media, Pemerintah dengan masyarakat, dan antara Pemerintah Provinsi dengan
Pemerintah Kabupaten dan juga Pemerintah Pusat.
Diharapkan
melalui acara Diskusi Publik ini dapat
mempererat rasa persaudaraan antar elemen pembangunan di Provinsi Lampung,
sehingga semua pihak bisa saling bersinergi untuk bersama-sama mewujudkan
Provinsi Lampung yang maju, berdaya saing, sejahtera dan berjaya.
Tema Diskusi
Publik “Macet Jalinbar Apa Solusinya?”
merupakan wujud dari kepedulian serta keseriusan Persatuan Wartawan Indonesia
Provinsi Lampung dalam mengawal dan mendukung proses-proses pembangunan yang
ada di Provinsi Lampung.
Acara ini
juga menjadi bukti bahwa peran wartawan tidak hanya sebagai jembatan dalam
menyampaikan informasi antara pemerintah kepada masyarakat saja, melainkan ikut
mendorong terlaksananya program-program pemerintah yang baik dan bermanfaat
untuk kepentingan masyarakat.
Persatuan
Wartawan Indonesia Provinsi Lampung sebagai wadah para jurnalis dan pewarta di
Provinsi Lampung, harus terus berperan aktif turut serta menyumbangkan ide-ide
kreatif dan inovatif dalam pembangunan nasional dan daerah, menyampaikan
informasi yang benar dan jujur kepada masyarakat, dan turut membentuk opini
publik yang baik, sehat dan dinamis sehingga mampu menumbuhkan optimisme bagi
masyarakat.
Provinsi
Lampung dengan jumlah penduduk terbanyak ke-2 di Sumatera, dan juga merupakan
Provinsi penghasil pangan dan pendukung ketahanan pangan nasional, memerlukan
jaringan infrastruktur yang handal sebagai urat nadi pembangunan.
Infrastruktur
menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan, sebab kemajuan
infrastruktur menjadi tolak ukur kemajuan bangsa dan daerah. Pembangunan
infrastruktur di Provinsi Lampung masih perlu perhatian lebih, masih
terlihat beberapa pembangunan infrastruktur yang belum merata dan terhubung
secara baik. Akibatnya distribusi logistik berbagai komoditas pertanian dan
perkebunan yang menjadi andalan Provinsi Lampung mengalami gangguan.
Di bidang
lain, akibat jaringan infrastruktur yang tidak terkoneksi dengan baik, akses
terhadap fasilitas Pendidikan, Kesehatan dan Perekonomian masyarakat juga akan
terganggu.
Oleh
karena itu, infrastruktur menjadi salah satu fokus arah kebijakan
pembangunan Provinsi Lampung yaitu di dalam Misi ke-4 RPJMD Provinsi Lampung
Tahun 2019-2024: “Mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi
produksi dan konektivitas wilayah”.
Jaringan
jalan lintas barat sangat strategis bagi Provinsi Lampung karena menghubungkan
wilayah-wilayah penting, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus dan Pesisir
Barat.
Selain itu
lalu lintas pada Jalan Lintas Barat telah menjadi jalur utama bagi Provinsi
Bengkulu, Sumatera Barat sampai Mandailing Natal di Provinsi Sumatera Utara.
Seiring
perkembangan, wilayah yang dilalui Jalan Lintas Barat tumbuh dengan pesat,
mulai dari Bandar Lampung – Gedong Tataan – Kota Agung hingga Krui. Akibat
kapasitas jalan yang belum standar (Sub Standard), yang mana sebagian besar
masih dengan lebar 6 meter, di beberapa titik yang memiliki aktivitas tinggi
akan mengalami kemacetan.
Kemacetan
yang diakibatkan karena kurangnya kapasitas jalan menjadi permasalahan pada Jalan
Lintas Barat pada hari ini. Padahal di sisi timur, Jalan Tol Trans Sumatera
sudah siap untuk menerima distribusi berbagai barang dan komoditas dari wilayah
barat Provinsi Lampung.
Oleh karena
itu, pengembangan Jalan Lintas Barat (Jalinbar) harus mulai dipikirkan untuk
mendukung keberadaan Jalan Tol, yang mana saat ini telah menjadi “Back Bone” di
Sumatera.
Di Provinsi
Bengkulu sudah ada “Fish Bone” yaitu di ruas Lubuk Linggau - Bengkulu.
Sementara di Sumatera Barat sudah ada di ruas Padang - Duri (Riau). Untuk
Lampung, sudah saatnya ruas dari Bandar Lampung – Gedong Tataan – Kota Agung
hingga Krui dikembangkan menjadi “Fish Bone” nya.
Dalam
kesempatan tersebut Gubernur mengajak untuk bersama-sama memikirkan jalan
keluar terbaik guna meningkatkan kapasitas jalan yang ada di jalan lintas barat
ini.
Diperlukan
sinergitas antar semua pihak, Pemerintah
Pusat, Pemerintah Kabupaten dan juga Pemerintah Provinsi agar bergerak
bersama-sama, dengan dibantu para akademisi, serta didorong oleh media.
Sementara itu
dalam laporannya, Ketua Pelaksana Andi S
Panjaitan, menjelaskan bahwa acara diskusi ini bermula dari keinginan untuk percepatan pembangunan provinsi lampung dengan membangun kerjasama antara Pemerintah
daerah dan media. (ida/kominfotik)

Comments