Meningkatkan Sinergi dan Kolaborasi Untuk Perekonomian Lampung Melalui Bulan Inklusi Keuangan
OTENTIK (BANDAR LAMPUNG) – 27 Oktober 2022. Pelaksanaan Bulan
Inklusi Keuangan (BIK) dengan tema “Inklusi
Keuangan
Meningkat, Perekonomian Semakin Kuat”di Provinsi Lampung resmi ditutup hari
ini, dalam
Puncak
Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2022 di Ballroom Universitas Islam Negeri
(UIN) Raden
Intan
Lampung. Dengan Tagline Gebyar SIGER (Sinergi dan Kolaborasi Inklusi Keuangan
untuk
Perekonomian
Lampung).
Pada
kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto
menyampaikan apresiasi
dan terima
kasih kepada OJK Provinsi Lampung, yang telah menyelenggarakan rangkaian
kegiatan Bulan
Inklsui
Keuangan 2022. “Dengan momentum BIK 2021 ini, Industri Jasa Keuangan selain
mendukung
pemulihan
ekonomi di daerah diharapkan juga dapat membuka akses Keuangan yang
seluas-luasnya
kepada
seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Lampung, sehingga ketika masyarakat
memerlukan
layanan
keuangan mereka dapat mengakses layanan Keuangan dengan mudah, cepat dan
legalitasnya terjamin”, pungkas Fahrizal.
Sementara
Anggota Komisi XI DPR RI Dr Ir Ahmad Junaidi Auly menyampaikan di Bulan Inklusi
Keuangan
ini merupakan
momentum untuk memastikan ketersediaan poduk dan layanan yang terjangkau bagi
seluruh
lapisan masyarakat. “Akses keuangan yang mudah dan cepat serta terjaga kualitas
layanannya,
akan
memudahkan masyarakat mengakses dan menggunakan sesuai kebutuhan keuangannya
dan
tentunya
dapat melindungi kepentingan Konsumen.” Ujar Junaidi. OJK juga sebagai mitra
kerja Komisi XI
harus terus
bersinergi untuk meningkatkan angka Inklusi Keuangan dimasyarakat.
Kepala OJK
Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa Bulan Inklusi Keuangan
(BIK)
telah
ditetapkan sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan sejak 2016. “Kegiatan Bulan
Inklusi Keuangan
yang rutin
kita lakukan setiap tahunnya ini, tentu tidak terbatas sepanjang bulan Oktober
saja, namun
dalam setiap
kesempatan, kita semua turut bertanggung jawab untuk membangun dan membiasakan
masyarakat
untuk memahami dan mengerti produk jasa Keuangan demi memenuhi kebutuhan keuangannya”
kata Bambang.
Tingkat
literasi yang masih belum tinggi, diangka 38,03% di tahun 2019, harus
ditingkatkan sesuai target
tahun 2024
sebesar 50%. Demikian juga tingkat Inklusi Keuangan yang masih berada di angka
76,19%
harus
ditingkatkan menjadi 90% di tahun 2024. Tugas yang cukup berat dan menjadi
tantangan kita untuk
menuju kearah
sana dan tentunya hal ini harus dibarengi dengan upaya-upaya melalui program
berkelanjutan
sampai tahun 2025.
Dalam
sambutan Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen,
Sarjito, yang hadir
secara daring
mewakili Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Friderica
Widyasari Dewi, menyampaikan pentingnya meningkatkan Inklusi Keuangan yang
dibarengi
dengan
literasi yang baik. “Bulan Inklusi Keuangan yang melibatkan industri jasa
Keuangan, kementerian
dan lembaga
serta stakeholder terkait, harus dapat menjawab tantangan pencapaian tingkat
Inklusi di
tahun 2024
yang sebesar 90%. Ini perlu kerja sama dan dukungan dari semua pihak” kata
Sarjito.Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas
Islam Negeri (UIN) Raden Intan
Lampung Dr.
Safari Daud, M.Sos.I, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden
Intan
Lampung Prof.
Dr. Tulus Suryanto, S.E, M.M, perwakilan dari Pemkot Bandar Lampung, Pemkab
Lampung
Timur, Pemkab
Tanggamus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Pimpinan
Asosiasi
Industri Jasa Keuangan, Muslimat, Fatayat dan Fasantri beserta Ibu Nyai, Ning
dan Santriwati serta pelajar dan mahasiswa peserta lomba.
Pada
kesempatan tersebut, Bambang memaparkan kegiatan yang telah dilakukan sepanjang
bulan
Oktober 2022
ini. “Sepanjang bulan Oktober 2022, OJK Provinsi Lampung berkolaborasi dengan
industri
jasa Keuangan
dan stakeholder terkait, telah melaksanakan kegiatan yaitu diskusi OJK bersama
ISPI (Ikatan
Insinyur dan
Sarjana Peternakan Indonesia), Pemberdayaan Bank Sampah di Kabupaten Tanggamus
(bekerjasama
dengan PT Pegadaian), Inklusi Keuangan Syariah untuk Fasantri, Muslimat dan
Fatayat di
Lampung Timur
(kerja sama dengan Perbankan Syariah), Gerakan Kampung Sadar Asuransi di
Kecamatan
Raja Basa
(bekerjasama dengan AAUI), Lomba Penulisan Artikel Inklusi Keuangan, Lomba
Debat Bulan
Inklusi
Keuangan untuk Mahasiswa dan Investival (kerja sama dengan Bursa Efek
Indonesia) yang berisi
kegiatan
Capital Market goes to Pesantren, Capital Market goes to Campus, Coaching
Stocklab dan Edukasi
Pasar Modal
Kepada Guru dan Siswa Tingkat SMA, Kompetisi Online Trading Penggiat Desa
Inklusi
Keuangan Se-
Provinsi Lampung dan Olimpiade Pasar Modal (Lomba Stocklab dan Ranking 1
SMA/PT)”
papar
Bambang. “Dengan rangkaian kegiatan ini, kami berharap upaya meningkatkan
Inklusi Keuangan
dapat
didukung dan disupport oleh pemerintahan provinsi, kota dan kabupaten, Komisi
XI DPR RI, dan
tentunya OJK
Pusat” kata Bambang.
Testimoni
Bulan Inklusi Keuangan juga disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Anggota
DPD RI.
Selanjutnya
dilakukan bincang-bincang bersama tokoh inspiratif, pelaku Inklusi, yang
merupakan
perwakilan
dari Bursa Efek Indonesia (Firman Efendi), perwakilan BPD Lampung
(Astutiningsih),
perwakilan
PNM (Saeni binti Saelan) dan perwakilan BRI (Sunaryo) dengan menghadirkan
narasumber
Inklusi
Keuangan, Profesor Dr. Tulus Suryanto, S.E, M.M (Dekan FEBI UIN Raden Intan
Lampung).
Bambang juga
menyampaikan, OJK sebagai regulator dan pengawas industri jasa Keuangan,
senantiasa
mencermati
setiap perkembangan dan permasalahan yang ada, sehingga industri jasa Keuangan
dapat
didorong
lebih maju dan berkembang. “Berdasarkan data Juli 2022, secara year on year
(yoy) aset
perbankan di
Provinsi Lampung tumbuh sebesar 11,65%, Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan
pertumbuhan
sebesar 4,85%, penyaluran kredit/pembiayaan tumbuh 6,46%. Dari sektor Industri
Keuangan Non
Bank (IKNB), Piutang Perusahaan Pembiayaan tumbuh 5,70% (yoy) sesuai data
Agustus
2022,
Perusahaan Asuransi menunjukkan pertumbuhan premi sebesar 37,94% (yoy) sesuai
data Juni 2022
dan Fintech
Peer to Peer Lending posisi Agustus 2022 tumbuh sebesar 80,97% secara yoy.
Untuk Pasar
modal, posisi
Agustus 2022 menunjukkan pertumbuhan sebesar 81,09% secara Yoy. Dari data
tersebut,
industri
Keuangan di Provinsi Lampung cukup baik dan harus menjadi lebih baik lagi ke
depannya.
Rangkaian
acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah untuk peserta
lomba
serta kuis
untuk peserta yang hadir secara luring maupun daring. (ida/rls)

Comments